Tampilkan postingan dengan label belitung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belitung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Februari 2015

Pantai Parai Tenggiri, Si Cantik di Bangka Belitung



Kepulauan Bangka Belitung selalu mengundang decak kagum para traveler, terutama karena pemandangan pantainya yang indah. Salah satunya adalah pPntai Parai Tenggiri yang berpasir putih dan banyak bebatuan besar. Eksotis!

Tujuan kami sebenarnya adalah menghadiri acara pernikahan sahabat kami di Kota Pangkalpinang. Kami berangkat satu hari sebelum acara resepsi pernikahan dilangsungkan. Sesampai di sana kami langsung menyewa taxi plat hitam untuk mengantar kami ke hotel untuk menginap.

Di dalam kendaraan, kami pun bertanya tempat wisata apa yang paling terkenal di sini? 'Pantai Parai Tenggiri!' sahut pak supir. Kami tidak mau menyia-yiakan kunjungan jauh-jauh dari Surabaya ke Kepulauan Bangka Belitung kali ini.

Setelah sampai di hotel, kami pun bersiap untuk berwisata ria dengan kendaraan taksi yang sudah kami booking untuk satu hari.

Pantai Parai Tenggiri adalah salah satu objek wisata yang terletak di Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Tepatnya berada di Desa Sinar Baru yang kira-kira berjarak 30 kilometer di sebelah utara kota Pangkalpinang. Pantai ini merupakan pantai andalan yang ada di Kepulauan Bangka Belitung.

Setiba di Pantai Parai Tenggiri, kami pun takjub dengan pemandangan pantai yang tidak biasa kami jumpai di pulau Jawa. Pantai berpasir putih dan memiliki bebatuan dengan ukuran yang relatif besar. Sungguh Eksotis! Maha Karya Tuhan yang begitu indah.

Kami di sana sampai senja sore hari, menikmati semilir angin pantai dan pemandangan laut yang jernih, biru, dan eksotis dengan bebatuan besar. Sang mentari pun mulai tenggelam, kami memutuskan untuk kembali ke pusat kota Pangkal Pinang untuk makan malam.

Kami pun diantar ke rumah makan untuk menikmati makanan khas Kota ini, Lempah Kuning begitu mereka menyebutnya. Hidangan berkuah kuning yang pedas, asam dan segar dimana di dalamnya ikan segar yang gurih dan potongan nanas yang harum dipadukan. Sedapnya luar biasa!

"Orang sini kalau tiga hari saja tidak makan Lempah Kuning bisa sakit kepala," timpal Pak supir.

Lengkap sudah agenda traveling kali ini, menghadiri resepsi pernikahan sahabat, sembari wisata pantai dan kuliner sudah terlampaui. Wonderfull traveling di Bangka Belitung!

Bersumber dari : Arif Widi - d'Traveler - kompas

Kamis, 24 November 2011

Museum Badau di Belitung

Museum Badau berada di Desa Badau, kota Tanjung Pandan yang berjarak kurang lebih 20 km, Letaknya Strategis di simpang empat kota Kecamatan Badau. Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia.

Museum Badau merupakan museum milik Pemerintah Daerah yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung. Museum Badau merupakan tempat penyimpanan benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan badau.

Kamis, 25 November 2010

Perjalanan Wisata Ke Bangka Belitung

Kepulauan Bangka Belitung adalah daerah yang berpulau, berlaut dan berpantai indah. Pasir di pantainya putih aseli. Dan lautnya berair biru jernih. Sehingga sebetulnya ini merupakan wisata alam yang tinggal dikelokla dengan baik saja. Namun sayangnya sejak dulu pemerintah hanya memasarkan Bali saja ke internasional. Sehingga ada banyak pantai dan laut yang indah yang kurang diketahui oleh wisatawan mancanegara. Selain itu pemerintah daerah masih kurang mandiri dalam pengelolaandaerahnya sehingga segala sesuatunya musti berkoordinasi dengan pusat. Dan hasilnya nantinya tergantung ditanggapi leh pusat ataukah tidak.

Apalagi seluruh Bangka dan Belitung memiliki garis pantai yang panjangnya 1200 kilometer. Sehingga tinggal disediakan saja fasilitasnya untuk berwisata dan berolahraga air. Seperti misalkan perlengkapan dan keperluan untuk diving, renang atau berselancar hingga berolahraga layar. Bahkan bisa juga untuk pemancingan di laut asalkan dikontrol populasi ikannya. Selain itu bisa juga bila digunakan untuk berolahraga motor boating, ski air, jet ski, para sailing dan para layang. Juga bila pada saat-saat tertentu bisa diadakan lomba power boating di sana karena lautnya yang masih luas dan tidak terganggu oleh lalulintas perairan dari para nelayan atau semacamnya.

Keindahan akan terumbu karangnya yang masih perawan bisa juga dijadikan objek wisata bawah air dengan kapal selam wisata atau kapal berlantai kaca. Atau bisa juga dengan penyelaman wisata secara under sea walking yaitu menyelam dengan cara berjalan di bawah air dengan menggunakan helm berpemberat sehingga kita bisa secara bebas berjalan-jalan di dasar laut sambil melihat-lihat pemandangan di bawah air.

Fasilitas seperti demikian memang belum terdapat dan seharusnya lengkap dengan hotel berbintang dan cottage-cottage, juga sarana transportasi yang pantas dan memadai. Sehingga pastilah nantinya Bangka Belitung menjadi ramai dan tidak hanya mengandalkan timah saja.

Perjalanan ke sana biasanya cuckup dengan pesawat terbang yang biayanya tidak terlalu mahal jika dari Jakarta. Atau dengan kapal laut juga bisa. Dan turun di bandara Depati Amir di kota Pangkal Pinang. Dan ada banyak kota-kota kecil di sana yang juga bisa jadi wisata budaya karena kental dengan nuansa etnis Tionghoa. Jadi ada banyak China Town di sana yang menyajikan jajanan makanan yang enak-enak. Akan menjadi sangat semarak bila tiba perayaan agama atau budaya etnis Tionghoa. Antar kota-kota kecil tersebut dihubungkan dengan transportasi angkutan umum atau angkot. Di sana di sepanjang bibir sungai biasanya kita juga bisa menyaksikan penambangan timah kecil-kecilan yang dilakukan orang dan juga dilakukan di bekas-bekas tambang timah besar yang sudah ditinggalkan.