Tampilkan postingan dengan label sulawesi selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sulawesi selatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2011

Pelabuhan Paotere di Makassar

Pelabuhan Paotere – Makassar – Indonesia

Paotere terletak di Kecamatan Ujung Tanah, yang berjarak ± 5 km (± 30 menit) dari pusat Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Pelabuhan Paotere adalah suatu pelabuhan perahu yang merupakan salah satu pelabuhan rakyat warisan tempo dulu yang masih bertahan dan merupakan bukti peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo sejak abad ke-14 sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Phinisi ke Malaka.

Pada saat ini pelabuhan Paotere masih dipakai sebagai pelabuhan perahu-perahu rakyat seperti Phinisi dan Lambo dan juga menjadi pusat niaga nelayan, dimana dapat dilihat disepanjang jalan di pelabuhan berjejer toko-toko yang menjual berbagai macam jenis ikan kering, perlengkapan nelayan, serta beberapa restoran seafood.

Pada pagi hari hingga pukul 10.00 Wita para pengujung dapat melihat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Paotere dan nelayan yang menjajakan hasil tangkapannya, sementara di ruas-ruas jalan, para pedagang kaki lima menjajakan barang dagangannya yaitu mulai dari souvenir hingga kebutuhan rumah tangga.

Pada sore hari, di kawasan Paotere para pengujung dapat menyaksikan detik-detik matahari tengelam yang indah serta berwisata kuliner seafood dengan dilengkapi sambal khas Makassar yaitu cobe-cobe. Ikan baronang, cepak, kerapu dan bandeng adalah kuliner andalan di warung-warung di kawasan Paotere.

Untuk berwisata memancing disini tempatnya, ada sebuah dermaga yang menjorok kelaut untuk tempat memancing. Jangan takut bagi yang lupa membawa pancing dan umpan, karena disana banyak anak-anak yang menyewakan pancingan dan umpannya.

Bersumber dari : www.travel2leisure.com

Selasa, 08 November 2011

Benteng Somba Opu – Makassar – Indonesia

Benteng Somba Opu berada di Jalan Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, kurang lebih 6 km sebelah selatan pusat Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

Benteng Somba Opu merupakan reruntuhan dengan sisa-sisa beberapa dinding yang masih tegak berdiri. Bentuk benteng ini pun belum diketahui secara persis meski upaya ekskavasi terus dilakukan.

Bentuk Benteng Somba Opu menurut peta yang tersimpan di Museum Makassar adalah berbentuk segi empat dengan luas total 1.500 hektar. Memanjang 2 kilometer dari barat ke timur. Ketinggian dinding benteng yang terlihat saat ini adalah 2 meter. Tetapi dulu, tinggi dinding sebenarnya adalah antara 7-8 meter dengan ketebalan 12 kaki atau 3,6 meter.

Belanda menghancurkan benteng ini setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Gowa yang dipimpin Sultan Hasanuddin, sehingga selama ratusan tahun, sisa-sisa benteng terbenam di dalam tanah akibat naiknya sedimentasi dari laut.

Yang tertinggal sekarang ada tiga bastion yang masih terlihat sisa-sisanya, yaitu bastion di sebelah barat daya, bastion tengah, dan bastion barat laut. Bastion barat laut disebut sebagai Buluwara Agung. Di bastion inilah pernah ditempatkan sebuah meriam yang bernama Meriam Anak Makassar, dengan bobotnya mencapai 9.500 kg, dan panjang 6 meter, dan diameter 4,14 cm. Meriam ini merupakan meriam yang paling dahsyat yang dimiliki orang Indonesia.

Di beberapa bagian terdapat patok-patok beton yang memberi tanda bahwa di bawahnya terdapat dinding yang belum tergali.

Benteng Somba Opu sekarang ini berada di dalam kompleks Miniatur Budaya Sulawesi Selatan. Wisatawan dapat menikmati bentuk-bentuk rumah tradisional Sulawesi Selatan seperti rumah tradisional Makassar, Bugis, Toraja, dan Mandar tak jauh dari benteng. Di dalam kompleks ini pula setiap tahun digelar Pameran Pembangunan Sulawesi Selatan.