Tampilkan postingan dengan label jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jawa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2011

Taman Nasional Gunung Merapi di Yogyakarta

Taman Nasional Gunung Merapi merupakan salah satu taman nasional yang berada di Jawa bagian tengah. Secara administrasi kepemerintahan, wilayah taman nasional ini masuk ke dalam wilayah dua propinsi, yakni Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Penunjukan kawasan TN Gunung Merapi dilakukan dengan SK Menhut 134/Menhut-II/2004 tanggal 4 Mei 2004. Tujuan pengelolaannya adalah perlindungan bagi sumber-sumber air, sungai dan penyangga sistem kehidupan kabupaten/kota-kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, dan Magelang. Sementara ini, sebelum terbentuknya balai pengelola taman nasional, TN G Merapi berada di bawah pengelolaan Balai KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Yogyakarta.

Posisi geografis kawasan TN Gunung Merapi adalah di antara koordinat 07°22’33″ – 07°52’30″ LS dan 110°15’00″ – 110°37’30″ BT. Sedangkan luas totalnya sekitar 6.410 ha, dengan 5.126,01 ha di wilayah Jawa Tengah dan 1.283,99 ha di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kawasan TN G Merapi tersebut termasuk wilayah kabupaten-kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten di Jawa Tengah, serta Sleman di Yogyakarta.

Hutan-hutan di Gunung Merapi telah ditetapkan sebagai kawasan lindung sejak tahun 1931 untuk perlindungan sumber air, sungai dan penyangga sistem kehidupan kabupaten/kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, dan Magelang.

Sebelum ditunjuk menjadi TNG Merapi, kawasan hutan di wilayah yang termasuk propinsi DI Yogyakarta terdiri dari fungsi-fungsi hutan lindung seluas 1.041,38 ha, cagar alam (CA) Plawangan Turgo 146,16 ha; dan taman wisata alam (TWA) Plawangan Turgo 96,45 ha. Kawasan hutan di wilayah Jateng yang masuk dalam wilayah TN ini merupakan hutan lindung seluas 5.126 ha.

Wilayah TN G Merapi berada pada ketinggian antara 600 – 2.968 m dpl. Topografi kawasan mulai dari landai hingga berbukit dan bergunung-gunung. Di sebelah utara terdapat dataran tinggi yang menyempit di antara dua buah gunung, yakni Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di sekitar Kecamatan Selo, Boyolali.

Di bagian selatan, lereng Merapi terus turun dan melandai hingga ke pantai selatan di tepi Samudera Hindia, melintasi wilayah kota Yogyakarta. Pada sebelum kaki gunung, terdapat dua bukit yaitu Bukit Turgo dan Bukit Plawangan yang merupakan bagian kawasan wisata Kaliurang

Minggu, 06 November 2011

Wisata Melon dan Semangka di Seragen

Mungkin anda tahu kota Solo di Jawa Tengah. Cobalah anda naik bis kecil dari terminal tirtonadi ke Seragen. Perjalanan ke sana terutama di pagi hari sangatlah menyenangkan walaupun bisnya ngebut-ngebut semua.

Perjalanan bis akan melalui jalan-jalan kecil di tengah persawahan yang khas Jawa Tengah. Persawahan yang seperti ini dapat kita lihat sejak abad ke 19 dari lukisan-lukisan peninggalan Belanda terutama dari likusan-lukisan mendiang Raden Saleh yang senang sekali melukis pemandangan tanah Jawa dan gunung-gemunung. Juga dapat kita jumpai pada cerita panjang sejarah Jawa dari buku History Of Java karangan Sir Thomas Stamford Raffles.

Sungguh kental nuansa kejawaan di sepanjang perjalanan tersebut. Dimana kita bisa melihat pagi-pagi anak-anak sekolah berangkat ke sekolah sambil berjalan kaki beriringan atau naik sepeda dan para pemuda dan pemudi berangkat kerja naik sepeda motor bebeknya. Padahal jalan kabupaten yang relatif kecil dan sempit tersebut banyak dilalui oleh kendaraan besar seperti bis malam antar kota dan propinsi yang selalu ngebut dengan kecepatan tinggi dan truk-truk besar pengangkut barang. Sungguh sebetulnya jalan yang berbahaya. Bahkan saya pernah melihat di youtube bahwa orang asing saja menjuluki wilayah ini sebagai jalan berbahaya. Ada sebuah rekaman video di youtube yang berjudul Indonesian Crazy Driver yang pengambilan gambarnya di lokasi ini. Bagi mereka orang asing cara mengemudi yang ugal-ugalan di jalan sempit dan ramai memang tidak biasa. Namun bagi kita hal itu sudah biasa. Video tersebut menggambarkan bagaimana seorang pengemudi mobil menjalankan mobilnya dari kota Solo melalui Masaran menuju Jawa Timur. Terlihat bahwa jalanan tersebut ramai dan kencang serta panjang. Lalu pengemudi tersebut melajukan mobilnya menyalip beberapa mobil di depannya sekaligus walaupun dari arah berlawanan ada banyak mobil dan sepeda motor yang dating. Hal ini memang sungguh mengerikan bagi turis asing, sebab di Negara-negara maju di sana tidak ada perilaku demikian.

Persawahan tersebut sesungguhnya indah bila kita tidak perlu terganggu dengan ulah pengemudi yang ngebut-ngebut. Sepanjang mata memandang akan terlihat hamparan permadani hijau yang meliuk-liuk bentuknya dan bertingkat-tingkat. Yang lebih indahnya lagi di pagi hari akan selalu terlihat saputan kabut tebal yang mengambang di atasnya. Diselingi dengan pemandangan pegunungan biru di kejauhan yang dipayungi awan. Juga kerumunan pepohonan dan hutan kecil di antaranya. Sementara banyak burung melintas rendah di atas persawahan tersebut dan menembusi kabut. Sementara itu anda pasti akan melihat rumah-rumah penduduk yang khas jawa dengan atap joglonya dan berpintu gapit serta jendela jeruji kayu dengan pintu kayu kecil penutup jendela. Konon rumah-rumah seperti ini memang peninggalan nenek moyang mereka sejak jaman kerajaan Mataram dulu sehingga hingga kini masih banyak yang dilestarikan walaupun di sekelilingnya banyak ditambahi bangunan baru sehingga bentuknya jadi tidak karuan. Umumnya rumah besar milik keluarga ningrat atau terpelajar biasanya ada pendoponya tempat di mana keluarga dengan anak-anak sering bermain dan berkumpul pada sore hari.

Kabupaten Seragen ini pernah mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang pelayanan masyarakat di jaman presiden Megawati. Semua pelayanannya rapi dan cepat serta gratis sehingga waktu itu pemerintah sangat mengapresiasinya. Dan sejak jaman itu juga mereka para pegawai kabupaten memperkenalkan sergam batik khas Seragennya.

Jalanan ramai ini bila malam hari berubah jadi ajang kebut-kebutan bis malam antar kota dan propinsi yang menuju Surabaya dan Bali. Semua orang tahu betapa berbahayanya hal itu di malam hari bila berkendaraan, namun mereka sendiri para penduduk di sana menganggap hal itu biasa saja.

Bila kita sudah mencapai Masaran maka menjadi banyak persilangan jalan di tengah-tengah hamparan sawah hijau tadi. Dari sini kita akan melihat banyak papan plang penunjuk arah jalan. Maka kita akan melihat sebuah monument Patung Semangka dan Melon di tengah-tengah sawah.

Kabupaten ini memang penghasil melon dan semangka terbesar sejak dari jaman mendiang presiden Suharto. Mungkin inilah hasil dari pembangunan pertanian yang pernah digalakkan oleh beliau. Sehingga waktu itu masing-masing daerah memiliki cirri khas masing-masing sebagai penghasil terbesar komoditas pertanian tertentu. Silahkan bila anda ingin memborongnya dengan harga yang masih murah sebelum jatuh ke pasaran bebas. Melon dan semangka ini banyak dijual di tengah kota maupun di pasar-pasar besar di Masaran maupun Seragen. Namun sayangnya pernah hal ini kurang dihargai oleh pemerintah kita sendiri waktui itu. Di sekitar penghujung akhir masa kediktatoran mendiang Suharto ada banyak sekali impor dan permainan dagang komoditas yang dilakukan oleh para kroninya. Sehingga dampak langsungnya di daerah ini seketika terasa. Buah-buahan local tidak laku karena tergusur oleh buah-buahan impor yang begitu ramai menyerbu pasaran. Sehingga para konsumen beralih ke buah-buahan impor. Akibatnya hasil melon dan semangka di daerah tersebut melimpah dan tidak laku walaupun harga sudah jatuh murah. Padahal para petani telah dengan tekun mengikuti prosedur resmi yang secara rapi telah diatur oleh pemerintah ketika itu termasuk selalu setia mengguanakan pupuk dan pestisida yang dimonopoli oleh pemerintah. Padahal penyalurnya saat itu juga dimonopoli oleh para putera-puteri presiden. Namun sayangnya pemerintah ketika itu tidak melindungi para petani ini dari serbuan komoditas pertanian impor. Sehingga pernah terjadi hingga berton-ton semangka dan melon yang melimpah itu busuk dan terpaksa dimusnahkan. Itulah sekelumit sejarahnya.

Semangka asal kabupaten Seragen ini ada banyak macamnya seperti semangka tanpa biji atau berbiji, atau yang berwarna kuning dan merah. Sedangkan melon ada yang melon berwarna kuning dan melon putih.

Bersumber dari : www.travel2leisure.com


Senin, 03 Agustus 2009

Rawadano - Banten

Rawadano merupakan sebuah Cagar alam Rawa Danau terletak di kabupaten Serang, provinsi Banten dan berjarak 101 km dari Jakarta. Kawasan ini merupakan kawasan yang didominasi rawa-rawa, juga terdapat sebuah danau. Luas kawasan ini sekitar 2.500 ha yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon. Pulau ini menjadi tempat bersarang bagi aneka jenis binatang reptil, seperti ular dan buaya. Tidak kurang dari 250 jenis burung bermukim di kawasan ini. Kita dapat mencapai lokasi ini melalui tiga jalur, yaitu; Jakarta-Cilegon-Anyer-Rawaadano, Jakarta-Serang-Padarincang-Rawadano, dan Jakarta-Serang-Anyer-Cinangka-Padarincang-Rawadano.

Gunung Karakatau - Banten

Gunung Krakatau yang terletak di perairan selat Sunda dan termasuk di provinsi Banten ini merupakan salah satu gunung yang paling terkenal di dunia, karena letusannya yang dahsyat pada tahun 1883. Suara letusan terdengar sampai ke kawasan benua Australia, bahkan awan panasnya menyelimuti beberapa kawasan Eropa selama seminggu. Ledakan dahsyat gunung Krakatau kemudian membentuk anak gunung yang kini dikenal sebagai Anak Krakatau yang muncul ke permukaan pada tahun 1928 yang hingga kini masih tetap aktif. Berada di selat Sunda, kawasan wisata alam ini mudah dicapai dari pantai Anyer-Carita sekitar satu jam dengan menggunakan perahu motor.

Lokasi wisata ini menawarkan wisata alam seperti misalnya berkemah, berjalan kaki, memancing, dan pemandangan alam laut yang indah.

Pulau Umang - Banten

Pulau Umang memiliki luas sekitar 5 Ha merupakan salah satu pulau yang berada di provinsi Banten, dan terletak di kawasan objek wisata pantai Pandeglang, berdekatan dengan kawasan wisata Tanjung Lesung. Kawasan wisata ini dikelola oleh sebuah perusahaan swasta yang menyediakan berbagai fasilitas rekreasi dan hiburan yang menarik. Di pulau ini, terdapat resort yang ditata dengan sentuhan artistik alami, dilengkapi dengan ruang pertemuan, kafe, spa, pusat bisnis, sunset lounge, klub pantai, kolam renang dan sebagainya. Selain itu, tersedia fasilitas olahraga dan rekreasi air, jogging track, cross country, lapangan tenis, tempat karaoke, dan lain-lain. Kita dapat menuju ke pulau ini dengan relatif mudah.

Perusahaan pengelola kawasan ini menyediakan rental mobil dari Jakarta menuju pulau ini, atau dapat juga dicapai dari kawasan Ujung Kulon.

Pulau Dua /Pulau Burung - Banten

Pulau Dua atau disebut juga Pulau burung merupakan sebuah pulau dengan daya tarik utama kawasan ini adalah keindahan alam laut berupa gugus karang, berbagai jenis ikan laut, dan tentu saja berbagai jenis burung. Luas kawasan ini sekitar 30 ha. Setiap tahun antara bulan April dan Agustus, pulau ini dikunjungi oleh beribu-ribu burung dari 60 jenis yang berasal dari berbagai negara. Sekitar empat puluh ribu burung-burung tersebut terbang dari benua Australia, Asia, dan Afrika.

Pulau Dua yang merupakan pulau yang termasuk di provisi Banten ini bisa dicapai dengan perahu tradisional atau perahu motor dalam waktu 15 s.d. 30 menit melalui daerah Sawah Luhur, Kasemen. Di kawasan ini, telah tersedia sarana jaringan listrik, telekomunikasi, dan air bersih.

Taman Nasional Ujung Kulon - Banten

Taman Nasional Ujung Kulon adalah taman nasional dan lokasi konservasi alam di Indonesia. tepatnya di provinsi Banten. Di lokasi ini, kita dapat melihat keindahan hutan tropis. Badak bercula satu merupakan primadona daya tarik dari lokasi ini.

Lokasi ini terdiri atas beberapa pulau kecil, beberapa di antaranya adalah Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, dan Pulau Panaitan. Titik tertinggi adalah Gunung Honje. Ciri khas taman nasional ini adalah perannya sebagai habitat alami berbagai jenis hewan yang dilindungi, seperti badak jawa, rusa, kijang, banteng, berbagai primata, babi hutan, kucing hutan, lemur, dan berbagai jenis burung.

Kawasan ini dapat dicapai melalui Desa Panimbangan atau melalui jalan laut dengan perahu menuju salah satu pulau yang ada. Ujung Kulon telah dilengkapi dengan berbagai sarana jaringan telekomunikasi, listrik, dan air bersih.

Sarana pariwisata seperti penginapan, pusat informasi, pemandu wisata, dan sarana transportasi juga telah tersedia. UNESCO telah menyatakan bahwa area Ujung Kulon merupakan situs cagar alam dunia.

BANTEN

Banten merupakan sebuah provinsi di pulau Jawa, Indonesia. Provinsi ini dulunya merupakan bagian dari provinsi Jawa Barat, namun dipisahkan sejak tahun 2000, dengan keputusan Undang-undang no.23 tahun 2000. Wilayahnya mencakup sisi barat dari Provinsi Jawa Barat, yaitu Serang, Lebak, Pandeglang, Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan. Ibukotanya kota Serang.

Wilayah Banten terletak di antara 5º 7’ 50” - 7º 1’ 11” Lintang Selatan dan 105º 1’ 11” - 106º 7’ 12” Bujur Timur, berdasarkan UU RI Nomor 23 tahun 2000 luas wilayah Banten adalah 9.160,70 Km2.

Penduduk asli yang hidup di provinsi Banten berbicara menggunakan dialek yang merupakan turunan dari bahasa Sunda Kuno. Dialek tersebut diklasifikasikan sebagai bahasa kasar dalam bahasa Sunda modern, yang memiliki beberapa tingkatan dari tingkat halus sampai tingkat kasar (informal), yang tercipta pertama kalinya pada masa kesultanan Mataram menguasai Priangan (bagian tenggara provinsi Jawa Barat). Namun demikian, di Serang dan Cilegon, bahasa Jawa Banten digunakan oleh etnik Jawa. Dan, di bagian utara kota Tangerang, bahasa Indonesia dengan dialek Betawi juga digunakan oleh pendatang beretnis Betawi. Disamping bahasa Sunda, bahasa Jawa dan dialek Betawi, bahasa Indonesia juga digunakan terutama oleh pendatang dari bagian lain Indonesia.

Tempat - tempat wisata di Banten :
Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Dua /Pulau Burung, Pulau Umang,Gunung Karakatau, Rawadano

PULAU JAWA - INDONESIA

Pulau Jawa merupakan bagian dari gugusan kepulauan Sunda Besar dan paparan Sunda, yang pada masa sebelum es mencair merupakan ujung tenggara benua Asia. Pulau Jawa
termasuk sebuah pulau di Indonesia. Pulau ini merupakan pulau terbanyak penduduknya, pulau terpadat penduduknya, dan pulau ketigabelas terbesar di dunia ini. Luas pulau ini 138.793,6 km2 dengan penduduk sekitar 124 juta jiwa (kepadatan 979 jiwa per km2). Penduduk Pulau Jawa sebagian besar adalah suku Jawa dan suku Sunda. Suku Sunda terutama bermukim di sisi barat Pulau Jawa, sementara suku Jawa bermukim di sebelah tengah dan timur. Di sebelah barat Pulau Jawa, banyak juga kantong-kantong komunitas suku Jawa atau suku bangsa yang berbahasa Jawa. Sedangkan di tengah pulau Jawa ditemukan pula kantong-kantong komunitas suku Sunda atau suku bangsa yang berbahasa Sunda, terutama di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap. Selain itu ada pula suku Madura, dan suku Bali di Jawa Timur dan suku Betawi di sebelah barat Jawa di kota Jakarta dan sekitarnya.

Secara administratif pulau Jawa dibagi menjadi enam Daerah Tingkat I: