![]() |
| Permukaan air Kedung Pengilon, Bantul |
![]() |
| Jembatan bambu dan bagian hilir sungai di Kedung Pengilon |
![]() |
| Kedung Pengilon dilihat dari arah hilir |
![]() |
| Jalan setapak di tengah hutan menuju Kedung Pengilon |
![]() |
| Permukaan air Kedung Pengilon, Bantul |
![]() |
| Jembatan bambu dan bagian hilir sungai di Kedung Pengilon |
![]() |
| Kedung Pengilon dilihat dari arah hilir |
![]() |
| Jalan setapak di tengah hutan menuju Kedung Pengilon |
![]() |
| Gedung Museum UGM di Blok D6 dan D7 Bulaksumur |
![]() |
| Ruang Pamer 1 berisi sejarah awal mula UGM |
![]() |
| Ruang koleksi Foto HB IX, salah satu tokoh pendiri UGM |
![]() |
| Koleksi tempat tidur Obama, dulu ia pernah tinggal di rumah ini |
Taman Nasional Gunung Merapi merupakan salah satu taman nasional yang berada di Jawa bagian tengah. Secara administrasi kepemerintahan, wilayah taman nasional ini masuk ke dalam wilayah dua propinsi, yakni Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Penunjukan kawasan TN Gunung Merapi dilakukan dengan SK Menhut 134/Menhut-II/2004 tanggal 4 Mei 2004. Tujuan pengelolaannya adalah perlindungan bagi sumber-sumber air, sungai dan penyangga sistem kehidupan kabupaten/kota-kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, dan Magelang. Sementara ini, sebelum terbentuknya balai pengelola taman nasional, TN G Merapi berada di bawah pengelolaan Balai KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Yogyakarta.
Posisi geografis kawasan TN Gunung Merapi adalah di antara koordinat 07°22’33″ – 07°52’30″ LS dan 110°15’00″ – 110°37’30″ BT. Sedangkan luas totalnya sekitar 6.410 ha, dengan 5.126,01 ha di wilayah Jawa Tengah dan 1.283,99 ha di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kawasan TN G Merapi tersebut termasuk wilayah kabupaten-kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten di Jawa Tengah, serta Sleman di Yogyakarta.
Hutan-hutan di Gunung Merapi telah ditetapkan sebagai kawasan lindung sejak tahun 1931 untuk perlindungan sumber air, sungai dan penyangga sistem kehidupan kabupaten/kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, dan Magelang.
Sebelum ditunjuk menjadi TNG Merapi, kawasan hutan di wilayah yang termasuk propinsi DI Yogyakarta terdiri dari fungsi-fungsi hutan lindung seluas 1.041,38 ha, cagar alam (CA) Plawangan Turgo 146,16 ha; dan taman wisata alam (TWA) Plawangan Turgo 96,45 ha. Kawasan hutan di wilayah Jateng yang masuk dalam wilayah TN ini merupakan hutan lindung seluas 5.126 ha.
Wilayah TN G Merapi berada pada ketinggian antara 600 – 2.968 m dpl. Topografi kawasan mulai dari landai hingga berbukit dan bergunung-gunung. Di sebelah utara terdapat dataran tinggi yang menyempit di antara dua buah gunung, yakni Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di sekitar Kecamatan Selo, Boyolali.
Di bagian selatan, lereng Merapi terus turun dan melandai hingga ke pantai selatan di tepi Samudera Hindia, melintasi wilayah kota Yogyakarta. Pada sebelum kaki gunung, terdapat dua bukit yaitu Bukit Turgo dan Bukit Plawangan yang merupakan bagian kawasan wisata Kaliurang
Museum Gunung Merapi atau disingkat dengan MGM berada di Dusun Banteng, Desan Hargobinangun, Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Indonesia.
Objek wisata yang berbetuk Museum ini berjarak 600 meter arah selatan dari pintu gerbang obyek wisata Kaliurang, berada pada lahan seluas 3,5 Ha dengan luas bangunan mencapai 4,470 meter persegi. Diresmikan penggunaannya untuk masyarakat umum oleh Kepala Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada bulan oktober 2009.
Museum gunung merapi ini merupakan museum yang menyimpan banyak benda-benda gunung api seperti jenis batu, pasir dan lainnya. Juga foto-foto secara kronologis tentang erupsi gunung berapi.
Selain itu ada Fasilitas lain yaitu unit simulasi tsunami, unit simulasi gempa, koleksi foto erupsi sejak tahun 1930 hingga 2010, serta fasilitas studio untuk pemutaran film erupsi kegunungapian di seluruh Indonesia.
Pada lantai satu terdapat informasi lengkap tentang sebaran lempeng kegempaan dan gunung api di Indonesia dengan metode yang menarik.
Harga tiket masuk museum hanya Rp 3 ribu. Sedangkan tiket pemutaran film tentang erupsi Gunung Merapi seharga Rp 5 ribu.
Letaknya di daerah aliran sungai Gajah Wong. Akses menuju Gembira Loka sangat mudah dengan angkutan kota dan kendaraan. Pada awalnya dimulai dari beberapa hewan macan tutul yang berhasil ditangkap penduduk setempat karena mengganggu desa dan sebagian berasal dari lereng merapi yang hutannya terbakar akibat awan panas.
Kebun binatang Gembira loka kini memiliki koleksi binatang yang cukup lengkap. Setiap tahunnya ada tambahan penghuni. Sudah beberapa kali binatang gajah melahirkan anaknya, juga binatang langka Komodo telah menetaskan telurnya. Di Gembira Loka orang dapat bersuka ria dengan santai menggunakan perahu boad yang disediakan di telaga tersebut. Disamping dapat menikmati bermacam-macam jenis pohon yang tumbuh melengkapi keberadaan kebun raya.
Satu hal yang memprihatinkan adalah banyak kondisi satwa yang kurang terurus. Banyak fasilitas yang seakan seadanya saja. Hal itu karena pendapatan dari tiket masuk sangat kecil dari sedikitnya wisatawan yang berkunjung.