Tampilkan postingan dengan label yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yogyakarta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 September 2014

Kedung Pengilon, Obyek Wisata Alam Di Pedalaman Bantul

Permukaan air Kedung Pengilon, Bantul
Di Bantul ada obyek wisata alam yang relatif masih alami. Namanya, Kedung Pengilon, yang berada di Dusun Petung, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan. Kedung Pengilon dapat dikatakan masih cukup asri. obyek ini relatif jarang dikunjungi orang. Mungkin salah satu sebabnya adalah karena aksesnya tidak mudah. Selain itu, peta, rute, atau denah untuk menuju ke tempat tersebut juga belum terlalu umum sehingga belum banyak orang yang mengenalnya, lebih-lebih orang dari luar Bantul.

Lokasi Kedung Pengilon dapat dijangkau melalui Perempatan Kasongan ke arah barat. Ikuti jalan tersebut hingga pertigaan Mejing Kalirandu. Pada pertigaan ini ambil arah ke kiri (selatan) atau arah Desa Wisata Krebet. Ikuti jalan tersebut hingga sampai di perempatan beringin (wilayah Banyuripan). Dari perempatan beringin ambil arah ke kanan (barat). Setelah menemukan pertigaan kedua yang berkonblok (cor beton), ikuti jalan cor beton tersebut hingga sampai di masjid Dusun Petung.

Jembatan bambu dan bagian hilir sungai di Kedung Pengilon
Jika Anda telah sampai di masjid ini berarti Anda sudah sangat dekat dengan lokasi yang dimaksud. Kedung Pengilon terletak di sisi barat-selatan masjid tersebut. Bagi yang mengendarai kendaraan roda 4 Anda hanya bisa sampai di masjid ini. Namun bagi yang mengendarai roda 2 bisa sampai mendekati lokasi dengan menitipkan kendaraan roda 2 di rumah penduduk.

Dari rumah penduduk Anda masih harus berjalan kaki dengan menyusuri jalan setapak dan menerobos tegalan serta hutan jati. Bagi yang suka petualangan hal ini justru menantang dan memberikan pengalaman menjelajah alam yang mengasyikkan. Jalan setapak menuju Kedung Pengilon dengan suasana tegalan dan hutan yang melingkupinya memberikan kesan alamiah yang mendalam.

Kedung Pengilon dilihat dari arah hilir
Disebut Kedung Pengilon karena menurut sumber setempat dulu bila dilihat dari atas permukaan airnya berkilauan saat kena terpaan sinar matahari. Kilau cahaya dari permukaan air Kedung Pengilon ini seperti pantulan sinar di atas permukaan cermin (pengilon).

Kedung Pengilon berbentuk nyaris seperti sumur dengan diameter sekitar 8-10 meter. Kedalaman air sekitar 8 meter. Kini Kedung Pengilon juga dilengkapi dengan jembatan bambu dengan konstruksi yang cukup artistik sehingga orang bisa menyeberang ke sebelah-menyebelah sungai. Selain itu, di kompleks tersebut juga terdapat Sendang Soca Banyuroso dan Sendang Penguripan. Kedua sendang ini berada di kanan dan kiri Kedung Pengilon dengan posisi di atas tebing Kedung Pengilon.

Jalan setapak di tengah hutan menuju Kedung Pengilon
Menurut rencana Kedung Pengilon akan dikembangkan lagi dengan perbaikan jembatan, pembuatan akses jalan, penataan tanaman di seputaran Kedung Pengilon, penebaran bibit ikan, penyediaan fasilitas berupa ban untuk berenang, dan sebagainya.

Bersumber dari : Tembi Rumah Budaya




Minggu, 17 Agustus 2014

Embrio Museum UGM Yogyakarta Telah Mewujud

Gedung Museum UGM di Blok D6 dan D7 Bulaksumur
Museum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sudah mulai mewujud. Lokasinya di Blok D6 dan D7 Kompleks Perumahan Dosen dekat Masjid UGM. Cikal bakal Museum UGM ini masih belum dibuka untuk umum. Hanya kalangan tertentu saja yang boleh berkunjung, khususnya mahasiswa yang melakukan studi bangunan arsitektur atau pengunjung khusus. Pasalnya, kata Widodo, pengelola Museum UGM, museum masih dalam tahap penyiapan.

Namun, wujud museum sudah nampak jelas. Di halaman depan di gedung Blok D6, terpampang jelas nama Museum UGM dengan ukuran huruf yang cukup besar. Di dalam rumah ini terdapat 5 ruangan tempat koleksi.

Ruang Pamer 1 berisi sejarah awal mula UGM
Pada ruangan pertama, terpampang sejarah awal berdirinya UGM seiring dengan perkembangan politik di Nusantara. Diawali pada tahun 1943, dengan berdirinya Sekolah Bagian Ilmu Kedokteran Gigi di Surabaya yang dibentuk Jepang, tepatnya 1 April 1943. Sekolah itu merupakan cabang “Ika Daigaku” di Jakarta. Bersamaan dengan itu, di dunia politik, pada 3 Oktober 1943 terjadi pembentukan PETA. Hingga sejarah peresmian Gedung Pusat UGM oleh Presiden Ir Soekarno pada 19 Desember 1959.

Pada ruangan ini juga terdapat beberapa foto awal tempat perkuliahan mahasiswa UGM sebelum dipindahkan ke Bulaksumur. Di antaranya adalah Pendopo Mangkubumen untuk kuliah Fakultas Kedokteran. Kampus Wijilan untuk kuliah Fakultas Sastra, Pedagogik, dan Filsafat. Ada pula Kampus Sitihinggil tahun 1954. Semua tempat kuliah itu berada di lingkungan Keraton Yogyakarta. Ada pula koleksi foto kunjungan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru ke Indonesia menemui Presiden Ir Soekarno.

Ruang koleksi Foto HB IX, salah satu tokoh pendiri UGM
Pada ruangan kedua, lmenonjolkan koleksi milik Prof Dr Sardjito. Boleh dikatakan ruangan ini khusus untuk mengingatkan kepada rektor pertama UGM itu. Di ruangan ini ada koleksi meja, kursi, mesin ketik, dan foto-foto Prof Dr Sardjito. Ada pula sejarah penemuan obat tradisional oleh Sardjito yang kemudian diberi label Calcusol, sebagai obat peluruh batu ginjal. Naman rektor ini juga telah diabadikan untuk nama rumah sakit terbesar di Yogyakarta, yang juga berada di lingkungan Bulaksumur.

Memasuki ruangan ketiga, terdapat berbagai koleksi, baik foto, maupun koleksi pribadi dari beberapa tokoh penting UGM, seperti Hardjoso Prodjo Pangarso, Teuku Jakob, dan Sukamto. Siapakah mereka? Bisa dibaca detail di ruangan ini. Ada pula koleksi Nalareksa (Alat Perekam O2 dan CO2), Panji dan Logo UGM. Ternyata Logo UGM terinspirasi dari relief Surya Majapahit.

Sementara di ruangan ke-4 dan ke-5, dipamerkan koleksi alat penemuan Prof Herman Johanes (Rektor UGM ke-2) berupa tungku hemat energi dan beberapa koleksi pribadinya. Ada pula sejarah tokoh-tokoh penting lainnya yang punya peran penting dalam sejarah UGM, seperti Ki Mangunsarkoro, HB IX, dan Ki Hadjar Dewantara.

Koleksi tempat tidur Obama, dulu ia pernah tinggal di rumah ini
Di Gedung D7 terdapat koleksi foto-foto rektor UGM dari masa ke masa. Di gedung ini, ternyata juga menyimpan beberapa foto Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Ternyata Barack Obama semasa kecilnya pernah tinggal di gedung D7 ini selama berada di Yogyakarta untuk berkunjung ke saudara ayah tirinya, Soetoro. Koleksi yang dipamerkan antara lain tempat tidur dan foto-foto. Bahkan pada 11 Juni 2013, saat soft opening, menurut keterangan Widodo, museum ini dikunjungi oleh para pejabat Hawaii University dan Maya Soetoro, adik tiri Barack Obama.

Sebenarnya masih banyak koleksi barang bersejarah sumbangan dari kalangan UGM, tapi untuk sementara koleksi itu belum bisa disajikan, karena keterbatasan tenaga pengelola museum.

Ikhwal niat UGM untuk mendirikan museum sudah disampaikan oleh rektor UGM saat peringatan Dies Natalis ke-64 pada 19 Desember 2013. Keberadaan museum baru ini menambah jumlah museum yang dimiliki UGM yang telah ada lebih dulu, yakni Museum Biologi, Museum Peta, Museum Gumuk Pasir (Geospasial) Parangtritis, Museum Kayu Wanagama, dan Museum Paleoantropologi.

Tentu saja Museum UGM ini semakin menambah warna museum di DIY yang saat ini telah mencapai 45, 33 di antaranya telah masuk organisasi museum yang diberi nama Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY.

Bersumber dari : Tembi Rumah Budaya




Minggu, 04 Desember 2011

Taman Nasional Gunung Merapi di Yogyakarta

Taman Nasional Gunung Merapi merupakan salah satu taman nasional yang berada di Jawa bagian tengah. Secara administrasi kepemerintahan, wilayah taman nasional ini masuk ke dalam wilayah dua propinsi, yakni Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Penunjukan kawasan TN Gunung Merapi dilakukan dengan SK Menhut 134/Menhut-II/2004 tanggal 4 Mei 2004. Tujuan pengelolaannya adalah perlindungan bagi sumber-sumber air, sungai dan penyangga sistem kehidupan kabupaten/kota-kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, dan Magelang. Sementara ini, sebelum terbentuknya balai pengelola taman nasional, TN G Merapi berada di bawah pengelolaan Balai KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Yogyakarta.

Posisi geografis kawasan TN Gunung Merapi adalah di antara koordinat 07°22’33″ – 07°52’30″ LS dan 110°15’00″ – 110°37’30″ BT. Sedangkan luas totalnya sekitar 6.410 ha, dengan 5.126,01 ha di wilayah Jawa Tengah dan 1.283,99 ha di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kawasan TN G Merapi tersebut termasuk wilayah kabupaten-kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten di Jawa Tengah, serta Sleman di Yogyakarta.

Hutan-hutan di Gunung Merapi telah ditetapkan sebagai kawasan lindung sejak tahun 1931 untuk perlindungan sumber air, sungai dan penyangga sistem kehidupan kabupaten/kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, dan Magelang.

Sebelum ditunjuk menjadi TNG Merapi, kawasan hutan di wilayah yang termasuk propinsi DI Yogyakarta terdiri dari fungsi-fungsi hutan lindung seluas 1.041,38 ha, cagar alam (CA) Plawangan Turgo 146,16 ha; dan taman wisata alam (TWA) Plawangan Turgo 96,45 ha. Kawasan hutan di wilayah Jateng yang masuk dalam wilayah TN ini merupakan hutan lindung seluas 5.126 ha.

Wilayah TN G Merapi berada pada ketinggian antara 600 – 2.968 m dpl. Topografi kawasan mulai dari landai hingga berbukit dan bergunung-gunung. Di sebelah utara terdapat dataran tinggi yang menyempit di antara dua buah gunung, yakni Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di sekitar Kecamatan Selo, Boyolali.

Di bagian selatan, lereng Merapi terus turun dan melandai hingga ke pantai selatan di tepi Samudera Hindia, melintasi wilayah kota Yogyakarta. Pada sebelum kaki gunung, terdapat dua bukit yaitu Bukit Turgo dan Bukit Plawangan yang merupakan bagian kawasan wisata Kaliurang

Museum Gunung Merapi di Yogyakarta


Museum Gunung Merapi atau disingkat dengan MGM berada di Dusun Banteng, Desan Hargobinangun, Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Indonesia.

Objek wisata yang berbetuk Museum ini berjarak 600 meter arah selatan dari pintu gerbang obyek wisata Kaliurang, berada pada lahan seluas 3,5 Ha dengan luas bangunan mencapai 4,470 meter persegi. Diresmikan penggunaannya untuk masyarakat umum oleh Kepala Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada bulan oktober 2009.

Museum gunung merapi ini merupakan museum yang menyimpan banyak benda-benda gunung api seperti jenis batu, pasir dan lainnya. Juga foto-foto secara kronologis tentang erupsi gunung berapi.
Selain itu ada Fasilitas lain yaitu unit simulasi tsunami, unit simulasi gempa, koleksi foto erupsi sejak tahun 1930 hingga 2010, serta fasilitas studio untuk pemutaran film erupsi kegunungapian di seluruh Indonesia.

Pada lantai satu terdapat informasi lengkap tentang sebaran lempeng kegempaan dan gunung api di Indonesia dengan metode yang menarik.
Harga tiket masuk museum hanya Rp 3 ribu. Sedangkan tiket pemutaran film tentang erupsi Gunung Merapi seharga Rp 5 ribu.

Kamis, 24 November 2011

Daftar Hotel Melati di Yogyakarta

  1. Agung Garden Hotel – Jl. Pantai Parangtritis Bantul Yogyakarta – Telp 0274-367690
  2. Agung Guest House – Jl. Prawirotaman 2, Yogyakarta – Telp 0274-515512
  3. Agung Mas Hotel – Jl. HOS Cokroaminoto 108, Yogyakarta – Telp 0274-619783
  4. Agung Rahayu Hotel – Jl. Timoho 2, Yogyakarta – Telp 0274-515564
  5. Agung Star Hotel – Jl. Parangtritis 42, Yogyakarta – Telp 0274-371811
  6. Airlangga Hotel – Jl. Parangtritis 4, Yogyakarta – Telp 0274-378044
  7. Akur Hotel – Jl. Mataram 8, Yogyakarta – Telp 0274-520526
  8. Ananda Hotel – Jl. NgadinegaranMJ VII No.72, Yogyakarta – Telp 0274-588323
  9. Andika Hotel – Jl. Kapten P. Tendean, Yogyakarta – Telp 0274-513430
  10. Anugerah Wisma Wisata – Jl. Kaliurang Km 5, Yogyakarta – Telp 0274-561840
  11. Arjuna Plaza Hotel – Jl. P. Mangkubumi 4, Yogyakarta – Telp 0274-586862
  12. Asia Afrika – Jl. Pasang Kembang 25, Yogyakarta – Telp 0274-514489
  13. Ayodya Hotel – Jl. Sisingamangaraja 74, Yogyakarta – Telp 0274-372475
  14. Bagus Hotel – Jl. Sostrowijayan Yogyakarta Gt I No. 137, Yogyakarta – Telp 0274-587648
  15. Bahagia Hotel – Jl. Pajeksan 20, Yogyakarta – Telp 0274-515760
  16. Bakti Kasih Pundi Mas – Jl. Sosrowijayan 33, Yogyakarta – Telp 0274-514890
  17. Batik Palace I Hotel – Jl. Pasar Kembang 29, Yogyakarta – Telp 0274-515219
  18. Batik Palace II Hotel – Jl. P.Mangkubumi No. 46, Yogyakarta – Telp 0274-562229
  19. Berlian Palace Hotel – Jl. Pasar Kembang 61, Yogyakarta – Telp 0274-513181
  20. Bhakti Hotel – Jl. Hayam Wuruk 13, Yogyakarta – Telp 0274-514232
  21. Bhinneka Hotel – Jl. P. Mangkubumi 182, Yogyakarta – Telp 0274-513353
  22. BIK – Jl. Naga Kaliurang Yogyakarta – Telp 0274-895199
  23. Bintang Matahari – Jl. Mangkuyudan 32, Yogyakarta – Telp 0274-376314
  24. Blue Safir Hotel – Jl, Dagen 34-36, Yogyakarta – Telp 0274-562589
  25. Borobudur Guest House – Jl. Prawirotaman 5, Yogyakarta – Telp 0274-563977
  26. Brawijaya Hotel – Jl. Gambiran 1, Yogyakarta – Telp 0274-371966
  27. Buana Graha Hotel – Jl. Magelang Km 7 no. 204 Sleman, Yogyakarta – Telp 0274-868285
  28. Cakra Kembang Hotel – Jl. Kaliurang Km 5,5 No. 44, Yogyakarta – Telp 0274-563088
  29. Callendra – jl. Taman Siswa 81, Yogyakarta – Telp 0274-513715
  30. Cempaka Hotel – Jl. Taman Siswa 75, Yogyakarta – Telp 0274-375579
  31. Ceria Hotel – Jl. Ibu Ruswo 59, Yogyakarta – Telp 0274-563130
  32. Comfort Suite Yogyakarta – Jl. Pringgodani no.22 Demangan Baru, Yogyakarta – Telp 0274-519339
  33. Dewa Ruci Hotel – Jl. Veteran 169, Yogyakarta – Telp 0274-587376
  34. Dieng Permai Hotel – Jl. Bumiijo 20, Yogyakarta – Telp 0264-566906
  35. Duta kencana Guest House – Jl. Ireda 76, Yogyakarta – Telp 0274-372372
  36. Grage Jogja – Jl. Sosrowijayan No. 242, Yogyakarta – Telp 0274-560125
  37. Griya Sentana Hotel – Jl. Gowongan Lor 65 A, Yogyakarta – Telp 0274-516559
  38. Harmony Inn Hotel – Jl. Parangtritis Gg Sartono MJ III No. 812, Yogyakarta – Telp 0274-387135
  39. Ishiro kencana Hotel – Jl. Kaliurang Km 4,3, Yogyakarta – Telp 0274-520230
  40. Istana Batik Hotel – Jl. Pasar Kembang 29, Yogyakarta – Telp 0274-587012
  41. Kota Hotel – Jl. Jiagran Lor No. 1, Yogyakarta – Telp 0274-515844
  42. Kunthi Hotel – Jl. Dagen 81, Yogyakarta – Telp 0274-580612
  43. LPP Convention Hotel – Jl. Demangan Baru No.8, Yogyakarta – Telp 0274-588380
  44. Mawar Sharon Hotel – Jl. Jend Urip Sumoharjo GK III No. 1055, Yogyakarta – Telp 0274-584083
  45. Metro Guest House – Jl. Prawirotaman 2 No. 71, Yogyakarta – Telp 0274-372364
  46. Monica Hotel – Jl. Sosrowijayan Wetan GT I No. 192, Yogyakarta – Telp 0274-580598
  47. Mulia Kencana Hotel – Jl. Pasar Kembang 15, Yogyakarta – Telp 0274-547847
  48. Mustokoweni Baru Hotel – Jl. AM Sangaji 72, Yogyakarta – Telp 0274-515268
  49. Nusa Dua Indah Hotel – Jl. Sosrowijayan Kulon JT I No. 210, Yogyakarta – Telp 0274-541036
  50. Oryza Hotel – Jl. Sosrowijayan No. 49 – 51, Yogyakarta – Telp 0274-512495
  51. Peti Mas Hotel – Jl. Dagen 27, Yogyakarta – Telp 0274-561938
  52. Pondok Seturan – Jl. Seturan Yogyakarta – Telp 0274-485629
  53. Prambanan village – Jl. Klurak Taman Martani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta – Telp 0274-496435
  54. Puri Artha Hotel – Jl. Cendrawasih 36, Yogyakarta – Telp 0274-563288
  55. Puri Ratu Kidul – Jl. Jelok Girijati, Panggang, Gunung kidul, Yogyakarta – Telp 0274-367196
  56. Rajadani Hotel – Jl. Jagalan 6, Yogyakarta – Telp 0274-560315
  57. Rama Hotel – Jl. Sosrowijayan 16, Yogyakarta – Telp 0274-512885
  58. Rose Guest House – Jl. Prawirotaman 28, Yogyakarta – Telp 0274-377991
  59. Ruba Graha Hotel – Jl. Mangkuyudan No. 1, Yogyakarta – Telp 0274-373531
  60. Rumah Mertua – Jl. Palagan Tentara Pelajar, Tegalwaras Sariharjo Ngaglik Sleman, Yogyakarta – Telp 0274-866680
  61. Rumah Sleman Western Style – Jl. Purboyo No. 111, Raffles Suite, Yogyakarta – Telp 0274-866633
  62. Sekar Ayu Hotel – Jl. Abubakar Ali 8, Yogyakarta – Telp 0274-566688
  63. Sewu Mas Hotel – Jl. Ring Road Utara 198, Yogyakarta – Telp 0274-519008
  64. Shinta Losmen – Jl. Pasar Kembang 39, yogyakarta – Telp 0274-512176
  65. Sriwedari Hotel & Cottage Yogyakarta – Jl. Laksda Adisucipto Km 6, Yogyakarta – Telp 0274-588288
  66. Taman Eden Villa – Jl. Astomulyo 7 Pakem, Yogyakarta – Telp 0274-895442
  67. Tulip Hotel & Restoran – Jl. Tirtodipuran 42, Yogyakarta – Telp 0274-450137
  68. Verina Guest House – Jl. Kusumanegara 105, Yogyakarta – Telp 0274-518188
  69. Vidi I – Jl. Kaliurang Km 5, Yogyakarta – Telp 0274-560600
  70. Vidi II – Jl. Kaliurang km 5,2, Yogyakarta – Telp 0274-563786
  71. Vidi III – Jl. Km 5,2 BI CT II no. 5, Yogyakarta – Telp 0274-586650
  72. Wisma Ananda – Jl. Ngadinegaran MJ III No. 72, Yogyakarta – Telp 0274-378323
  73. Wisma Ary’s – Jl. Suryodiningratan No. 29, Yogyakarta – Telp 0274-387215
  74. Wisma Gadjah Mada – Jl. Kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta – Telp 0274-563461
  75. Wisma Martha – Jl. Rejowinangun No. 15a Kotagede, Yogyakarta – Telp 0274-7496373
  76. Wisma MM UGM – Jl. Kolombo No.1, Yogyakarta – Telp 0274-557981
  77. Wisma Nendra – Jl. Dr Sutomo No.20, Yogyakarta – Telp 0274-512839

Senin, 03 Agustus 2009

PULAU JAWA - INDONESIA

Pulau Jawa merupakan bagian dari gugusan kepulauan Sunda Besar dan paparan Sunda, yang pada masa sebelum es mencair merupakan ujung tenggara benua Asia. Pulau Jawa
termasuk sebuah pulau di Indonesia. Pulau ini merupakan pulau terbanyak penduduknya, pulau terpadat penduduknya, dan pulau ketigabelas terbesar di dunia ini. Luas pulau ini 138.793,6 km2 dengan penduduk sekitar 124 juta jiwa (kepadatan 979 jiwa per km2). Penduduk Pulau Jawa sebagian besar adalah suku Jawa dan suku Sunda. Suku Sunda terutama bermukim di sisi barat Pulau Jawa, sementara suku Jawa bermukim di sebelah tengah dan timur. Di sebelah barat Pulau Jawa, banyak juga kantong-kantong komunitas suku Jawa atau suku bangsa yang berbahasa Jawa. Sedangkan di tengah pulau Jawa ditemukan pula kantong-kantong komunitas suku Sunda atau suku bangsa yang berbahasa Sunda, terutama di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap. Selain itu ada pula suku Madura, dan suku Bali di Jawa Timur dan suku Betawi di sebelah barat Jawa di kota Jakarta dan sekitarnya.

Secara administratif pulau Jawa dibagi menjadi enam Daerah Tingkat I:

Rabu, 22 Juli 2009

Keraton Ratu Boko - Yogyakarta

Keraton Ratu Boko merupakan suatu candi yang berada di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan terletak pada ketinggian hampir 200m di atas permukaan laut.

Keraton Ratu Boko adalah situs purbakala yang merupakan komplek sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek Candi Prambanan, 18km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50km barat daya Kota Surakarta. Luas keseluruhan komplek adalah sekitar 25ha.

Situs ini diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja).

Nama "Ratu Boko" sendiri didasarkan dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko (harafiah berarti "raja bangau") adalah ayah dari Loro Jonggrang (yang diberikan menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan).

Candi Kalasan - Yogyakarta

Candi Kalasan terletak kira-kira 2 km di sebelah barat dari candi Prambanan, yaitu di sisi jalan raya antara Yogyakarta dan Solo ini dikategorikan sebagai candi umat Buddha. Meskipun belum diketahui dewa apa yang dijadikan simbol sebagai patung di ruang utama candi, tetapi patung ini mempunyai tinggi lebih dari 6 meter dan terbuat dari perunggu.

Candi Kalasan atau Candi Tara dibangun sekitar akhir abad ke 8 M atau awal abad ke 9 M diatas bangunan candi kuno. Sebuah prasasti kuno yang dibuat pada tahun 778 M atas perintah Raka i Panangkaran dan ditemukan tidak jauh dari candi dan memberikan penjelasan bahwa candi dibangun untuk menghormati Bodhisattva wanita, Tara. Pada awalnya, hanya ditemukan satu candi pada situs yaitu candi Kalasan, tetapi setelah digali lebih dalam maka ditemukan lebih banyak lagi bangunan bangunan pendukung di sekitar candi. Candi ini memiliki tinggi 6 meter dan 52 stupa

Prasasti ini juga menyatakan bahwan candi ini dibuat oleh dua raja secara bersama-sama yaitu raja dari Wangsa Syailendra dan raja dari Mataram Hindu yang tidak diketahui namanya di zaman Wangsa Syailendra.

Candi Prambanan - Yogyakarta

Candi Prambanan ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya.

Candi Prambanan atau lebih disebut sebagai Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang terletak di Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten.

Gua Selarong - Yogyakarta

Gua Selarong terletak sekitar 14 km arah selatan Yogyakarta, di dukuh Kembang Putihan, kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul.

Gua Selarong merupakan sebuah gua sebagai objek wisata dengan pemandangan alam yang indah berada di puncak bukit yang ditumbuhi banyak pohon jambu biji dan pohon sawo kecik yang merupakan ciri khas dari gua selarong sangat cocok digunakan sebagai bumi perkemahan.

Di masa lampau gua ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro dalam perjuangannya melawan penjajahan Belanda. Pangeran Diponegoro pindah setelah rumahnya di Tegalrejo diserang dan dibakar habis oleh Belanda.

Di sekitar Gua Selarong terdapat sentra kerajinan kayu yang menghasilkan patung, topeng dan lain-lain. Pemerintah Kabupaten Bantul sedang mengembangkan kawasan Gua selarong sebagai objek agrowisata dengan tanaman klengkeng.

Pantai Samas - Yogyakarta

Pantai Samas adalah pantai yang terletak di Desa Srigading, Sanden, Bantul atau sekitar 24 km selatan Yogyakarta. Berlainan dengan Pantai Parangtritis, Pantai Samas terkenal dengan angin lautnya yang kencang dan bibir pantai yang curam serta pantainya berpasir putih serta ombaknya yang besar, delta-delta sungai dan danau air tawar yang membentuk telaga. Oleh Sub Dinas Perikanan Propinsi Yogyakarta, telaga-telaga tersebut digunakan untuk pengembangan perikanan, penyu dan udang galah serta untuk lokasi pemancingan. Di pantai Samas sering diadakan ritual keagamaan oleh masyarakat Yogyakarta seperti Upacara Kirab Tumuruning Maheso Suro dan Labuhan Sedekah Laut. Pantai Samas berbatasan dengan Pantai Patehan di barat dan Pantai Parangtritis di timur.

Parangtritis - Yogyakarta

Pantai Parangtritis merupakan pantai yang terletak di pesisir Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta. Pantai Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup Krakal dan Pantai Glagah. Pantai Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung - gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Di Pantai Parangtritis ini terdapat fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas parangtritis yang dikelola dengan baik. Disamping itu juga ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan setempat. lokasi lain adalah pantai parang kusumo dimana di pantai tersebut terdapat tempat konon untuk pertemuan antara raja yogjakarta dengan ratu laut selatan. Pada hari-hari tertentu (biasa bulan suro) di sini dilakukan persembahan sesajian (Labuhan) bagi Ratu Laut Selatan atau dalam bahasa Jawa disebut Nyai Rara Kidul. Penduduk setempat percaya bahwa seseorang dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau muda jika berada di pantai ini. Pantai Parangtritis menjadi tempat kunjungan utama wisatawan terutama pada malam tahun baru Jawa (1 muharram/Suro). Di Parangtritis ada juga kereta kuda atau kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat.

Selasa, 21 Juli 2009

Kaliurang - Yogyakarta

Kaliurang adalah sebuah resor atau tempat peristirahatan karena sejuknya udaranya. Maka di sini didapatkan banyak vila-vila penginapan, kebanyakan orang sekitarnya menyebutnya wisma. Tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri adalah Tlaga Putri.

Dikaliurang terdapat sebuah bangunan bersejarah yaitu Wisma Kaliurang , dimana terjadi Perundingan Khusus antara Republik Indonesia dengan Komisi Tiga Negara pada 13 Januari 1948. Perundingan Kaliurang ini melahirkan Notulen Kaliurang.

Kaliurang yang secara harfiah dalam bahasa Indonesia berarti "Sungai Udang", terletak di Kabupaten Sleman, provinsi Yogyakarta berbatasan dengan provinsi Jawa Tengah.

Akses menuju ke Kaliurang sangat mudah. Setidaknya dengan jalan kaki atau menumpang angkutan bus, Colt, taxi, ojek atau becak.

Museum Sonobudoy - Yogyakarta

Museum Sonobudoyo - Yogyakarta merupakan museum sejarah dan kebudayaan Jawa. Bangunannya termasuk bangunan arsitektur klasik Jawa. Museum ini menyimpan koleksi mengenai budaya dan sejarah Jawa yang dianggap paling lengkap setelah Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Selain keramik pada zaman Neolitik dan patung perunggu dari abad ke-8, museum ini juga menyimpan beberapa macam bentuk wayang kulit, berbagai senjata kuno (termasuk keris), dan topeng Jawa.

Museum sonobudoyo yang terletak di bagian utara Alun-alon Lor dari kraton Yogyakarta. DiMuseum ini bila pada malam hari juga menampilkan pertunjukkan wayang kulit dalam bentuk penampilan aslinya (dengan menggunakan bahasa Jawa diiringi dengan musik gamelan Jawa). Pertunjukan wayang kulit ini disajikan secara ringkas dari jam 8:00-10:00 malam setiap pada hari kerja untuk para turis.

Museum Keraton - Yogyakarta

Keraton Yogyakarta yang terletak di tengah kota Yogyakarta. Didalam Keraton Yogyakarta ini terdapat beberapa museum, yaitu Museum Lukisan, Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, dan Museum Batik. Di samping itu, hampir seluruh bagian keraton digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda budaya bernilai, termasuk replikanya. Di kompleks Pagelaran, misalnya, diperagakan berbagai pakaian prajurit dan pakaian adat keluarga keraton. Museum ini dibuka untuk umum setiap hari kecuali pada saat terdapat upacara. Museum buka mulai jam 08.30 hingga 14.00 wib, kecuali hari Jumat yang buka hingga pukul 13.00 wib. Selain benda-benda budaya dan arsitektur, pengunjung juga dapat melihat pertunjukan seperti macapat, kerawitan, wayang kulit, serta wayang orang, yang dipentaskan di bangsal Sri Manganti, sekitar pukul 10.00-12.00.

Museum Monumen Yogya Kembali - Yogyakarta

Museum Monumen Yogya Kembali terletak di Yogyakarta dengan bentuk bangunanan yang sangat unitk yaitu berbentuk kerucut yang terdiri dari 3 lantai dan dilengkapi dengan ruang perpustakaan serta ruang serbaguna. Pada rana pintu masuk dituliskan sejumlah 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III (RIS) antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949. Dalam museum ini dipamerkan benda-benda koleksi: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Tandu dan dokar (kereta kuda) yang pernah dipergunakan oleh Panglima Besar Jendral Soedirman juga disimpan di sini.

Istana Air Taman Sari - Yogyakarta

Istana Air Taman Sari- Yogyakarta didirikan oleh Pangeran Mangkubumi (yang kemudian bergelar Hamengku Buwono I) dan Raden Ronggo Prawirosentiko (Bupati Madiun) sebagai arsiteknya, sedangkan Demang Tegis (asli orang Portugis yang mendapat gelar dari kerajaan) sebagai tenaga ahli strukturnya pada tahun 1758.

Ada beberapa elemen yang mempengaruhi arsitektur bangunan kompleks Taman Sari ini, diantaranya pengaruh dari Hindu dan Budha, Jawa dan Islam, Cina, Portugis dan gaya Eropa, dapat terlihat dibeberapa bagian bangunan ini.

Taman Sari - Yogyakarta mempunyai dua pintu gerbang utama, yaitu Gapuro Agung (yang berada dibagian Barat) dan Gapuro Panggung (yang berada dibagian Timur, yang saat ini(tahun 2007) digunakan sebagai pintu masuk utama ke lokasi kompleks Taman Sari ini).

Bentuk pintu gerbang atau 'Gapuro'nya sangatlah indah yang merupakan gaya asli Jawa, pada detail dari Gapuro ini merupakan motif asli Jawa seperti stilasi dari sulur-sulur tanaman, burung, ekor dan sayap burung garuda.

Kebun Binatang Gembira Loka - Yogyakarta

Kebun binatang yang berada di daerah Yogyakarta, diatas lahan seluas 20 ha yang setengahnya adalah merupakan hutan lindung, di Kebun binatang ini terdapat lebih dari 100 spesis satwa dan 61 spesis flora. Kebun binatang ini didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX mewujudkan keinginan pendahulunya untuk mengembangkan ‘Bonraja’ tempat memelihara satwa kelangenan raja menjadi suatu kebon binatang publik. Maka berdirilah kebun binatang Gembira Loka, yang berasal dari kata Loka berartinya tempat, gembira ya gembira.

Letaknya di daerah aliran sungai Gajah Wong. Akses menuju Gembira Loka sangat mudah dengan angkutan kota dan kendaraan. Pada awalnya dimulai dari beberapa hewan macan tutul yang berhasil ditangkap penduduk setempat karena mengganggu desa dan sebagian berasal dari lereng merapi yang hutannya terbakar akibat awan panas.

Kebun binatang Gembira loka kini memiliki koleksi binatang yang cukup lengkap. Setiap tahunnya ada tambahan penghuni. Sudah beberapa kali binatang gajah melahirkan anaknya, juga binatang langka Komodo telah menetaskan telurnya. Di Gembira Loka orang dapat bersuka ria dengan santai menggunakan perahu boad yang disediakan di telaga tersebut. Disamping dapat menikmati bermacam-macam jenis pohon yang tumbuh melengkapi keberadaan kebun raya.

Satu hal yang memprihatinkan adalah banyak kondisi satwa yang kurang terurus. Banyak fasilitas yang seakan seadanya saja. Hal itu karena pendapatan dari tiket masuk sangat kecil dari sedikitnya wisatawan yang berkunjung.

MALIOBORO - Yogyakarta

Malioboro adalah nama sebuah jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta yang terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi dan Jalan Jend. A. Yani, Jalan ini merupakan poros Garis Imaginer Kraton Yogyakarta.

Terdapat beberapa obyek bersejarah di jalan ini antara lain Tugu Kraton, Stasiun Tugu, Gedung Istana Negara, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.

Malioboro sangat terkenal dengan tempat para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas jogja disepanjang jalan dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para Seniman-seniman-seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim dan lain-lain disepanjang jalan ini.

YOGYAKARTA

Yogyakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia. Yogyakarta dikenal dengan nama Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta dan seringkali disingkat DIY ( Daerah Istimewah Yogyakarta )
Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi. Jogja merupakan kota yang diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia..
Selain itu juga Yogyakarta juga memiliki panorama alam yang indah, selain warisan budayanya yang terkenal. Hamparan sawah nan hijau menyelimuti daerah pinggiran dengan Gunung Merapi tampak sebagai latar belakangnya. Pantai-pantai yang masih alami dengan mudah ditemukan di sebelah selatan Jogja. Masyarakat di sini hidup dalam damai dan memiliki keramahan yang khas. Atmosfir seni begitu terasa di Yogyakarta. Malioboro, yang merupakan urat nadi Yogyakarta, dibanjiri barang kerajinan dari segenap penjuru. Musisi jalanan pun selalu siap menghibur pengunjung warung-warung lesehan.
Kota Yogyakarta pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa revolusi dulu. Selain itu kota ini adalah ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Pageran Pakualam. Selain itu Yogyakarta pernah menjadi pusat kerajaan Mataram antara 1575-1640. Sampai sekarang Kraton (Istana) masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya.
Makanan khas kota Yogyakarta ini adalah gudeg.

Budaya

Yogyakarta masih sangat kental dengan budaya Jawanya. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Sejak masih kanak-kanak sampai dewasa, masyarakat Yogyakarta akan sangat sering menyaksikan dan bahkan, mengikuti berbagai acara kesenian dan budaya di kota ini. Bagi masyarakat Yogyakarta, di mana setiap tahapan kehidupan mempunyai arti tersendiri, tradisi adalah sebuah hal yang penting dan masih dilaksanakan sampai saat ini. Tradisi juga pasti tidak lepas dari kesenian yang disajikan dalam upacara-upacara tradisi tersebut. Kesenian yang dimiliki masyarakat Yogyakarta sangatlah beragam. Dan kesenian-kesenian yang beraneka ragam tersebut terangkai indah dalam sebuah upacara adat. Sehingga bagi masyarakat Yogyakarta, seni dan budaya benar-benar menjadi suatu bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Kesenian khas di Yogyakarta antara lain adalah kethoprak, jathilan, dan wayang kulit.

Tempat Wisata di Kota Yogyakarta

Objek wisata yang menarik di Yogyakarta: Malioboro, Kebun Binatang Gembira loka, Istana Air Taman Sari, Monumen Jogya kembali, Museum Keraton Yogyakarta, Museum Sonobudoyo, Lereng Merapi, Kaliurang, Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Pantai Samas, Gua Selarong, Candi Prambanan, Candi Kalasan, dan Kraton Ratu Boko. Yogyakarta terkenal dengan makanan yang enak, murah, bergizi sekaligus membuat kangen orang-orang yang pernah singgah atau berdomisili di kota ini. Ada angkringan dengan menu khas mahasiswa, ada bakmi godhog di Pojok Beteng, sate kelinci di Kaliurang plus jadah Mbah Carik, sate karang Kotagedhe, sego abang Njirak Gunung Kidul. Di wilayah selatan kota Yogyakarta, tepatnya di daerah Wonokromo, terdapat Sate Klathak. dan masih banyak tempat wisata kuliner yang lain.