Selasa, 10 Februari 2015

Pantai Parai Tenggiri, Si Cantik di Bangka Belitung



Kepulauan Bangka Belitung selalu mengundang decak kagum para traveler, terutama karena pemandangan pantainya yang indah. Salah satunya adalah pPntai Parai Tenggiri yang berpasir putih dan banyak bebatuan besar. Eksotis!

Tujuan kami sebenarnya adalah menghadiri acara pernikahan sahabat kami di Kota Pangkalpinang. Kami berangkat satu hari sebelum acara resepsi pernikahan dilangsungkan. Sesampai di sana kami langsung menyewa taxi plat hitam untuk mengantar kami ke hotel untuk menginap.

Di dalam kendaraan, kami pun bertanya tempat wisata apa yang paling terkenal di sini? 'Pantai Parai Tenggiri!' sahut pak supir. Kami tidak mau menyia-yiakan kunjungan jauh-jauh dari Surabaya ke Kepulauan Bangka Belitung kali ini.

Setelah sampai di hotel, kami pun bersiap untuk berwisata ria dengan kendaraan taksi yang sudah kami booking untuk satu hari.

Pantai Parai Tenggiri adalah salah satu objek wisata yang terletak di Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Tepatnya berada di Desa Sinar Baru yang kira-kira berjarak 30 kilometer di sebelah utara kota Pangkalpinang. Pantai ini merupakan pantai andalan yang ada di Kepulauan Bangka Belitung.

Setiba di Pantai Parai Tenggiri, kami pun takjub dengan pemandangan pantai yang tidak biasa kami jumpai di pulau Jawa. Pantai berpasir putih dan memiliki bebatuan dengan ukuran yang relatif besar. Sungguh Eksotis! Maha Karya Tuhan yang begitu indah.

Kami di sana sampai senja sore hari, menikmati semilir angin pantai dan pemandangan laut yang jernih, biru, dan eksotis dengan bebatuan besar. Sang mentari pun mulai tenggelam, kami memutuskan untuk kembali ke pusat kota Pangkal Pinang untuk makan malam.

Kami pun diantar ke rumah makan untuk menikmati makanan khas Kota ini, Lempah Kuning begitu mereka menyebutnya. Hidangan berkuah kuning yang pedas, asam dan segar dimana di dalamnya ikan segar yang gurih dan potongan nanas yang harum dipadukan. Sedapnya luar biasa!

"Orang sini kalau tiga hari saja tidak makan Lempah Kuning bisa sakit kepala," timpal Pak supir.

Lengkap sudah agenda traveling kali ini, menghadiri resepsi pernikahan sahabat, sembari wisata pantai dan kuliner sudah terlampaui. Wonderfull traveling di Bangka Belitung!

Bersumber dari : Arif Widi - d'Traveler - kompas

Rabu, 24 Desember 2014

Pantai Tanjung Bunga, Salah Satu Pesona Bangka

Karang di Pantai Tanjung Bunga
detikTravel Community -  Apabila sedang wisata ke Pangkalpinang, ibukota Kepulauan Bangka Belitung, jangan lupa mampir ke Pantai Tanjung Bunga. Pantai ini terkenal akan batu karangnya yang berjejer di tepi pantai. Suasana makin indah ketika sunset tiba.

Menjelang senja
Lokasinya cukup strategis, tidak jauh dari pusat kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka. Pantai Tanjung Bunga ini berjarak tidak jauh dari Pantai Pasir Padi.

Jika hendak kemari bisa juga sekalian berkunjung ke Pantai Pasir Padi dan Pantai Sampur. Jarak dari Bandara Depati Amir juga tidak jauh, hanya menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit perjalanan menggunakan mobil rental atau pun taxi bandara.

Dulu katanya pantai ini sempat menjadi kawasan tambang inkonvensional yang dikelola oleh masyarakat secara mandiri. Akibatnya, sempat terjadi banyak kerusakan di pantai ini yang mengurangi keindahannya.

Cantiknya Pantai Tanjung Bunga

Tanjung Bunga mempunyai kontur pantai landai dan bebatuan yang memiliki karakteristik unik. Pantai ini di dominasi oleh bebatuan yang berwarna kemerahan. Pada bagian arah ke darat Tanjung Bunga ini memiliki satu kawasan berbukit dengan panorama yang sangat indah ke arah laut.

Disini para pengunjung seolah bisa melakukan petualanan dengan menyusuri pantai dan alam yang berbukit. Oya, sebelum sampai kemari juga kita akan melewati sebuah pura dan kelenteng yang jaraknya berdekatan.

Memang di Kepulauan Bangka Belitung ini terkenal dengan toleransi antar umat beragama yang tinggi, tapi ternyata banyak hal unik justru di sini.

Kepulauan Bangka Belitung memang terkenal akan keindahan alamnya yang sayang untuk dilewatkan. Jika berkunjung ke Pangkalpinang, Ibu kota Bangka, Pantai Tanjung Bunga wajib untuk dikunjungi.

Anggi Agistia - d'Traveler

Selasa, 09 Desember 2014

Pantai Klayar di Pacitan Punya Batu Berbentuk Sphinx



Pacitan - Keunikan pantai tidak hanya dari pasir atau konturnya. Pantai Klayar di Pacitan menjadi salah satu wisata pantai yang unik di Indonesia karena punya batu berbentuk sphinx!

Pacitan merupakan suatu kabupaten di Jawa Timur. Berada di bagian selatan Pulau Jawa, membuat Pacitan memiliki banyak pantai yang elok dipandang. Namun pantai yang unik di sana, adalah Pantai Klayar.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (22/10/2014) Pantai Klayar memiliki hamparan pasir putih nan halus. Di bibir pantainya terdapat banyak bebatuan karang yang selalu dihempas ombak. Cobalah layangkan pandangan Anda ke bagian kiri pantainya, ada batu karang besar yang berbentuk seperti sphinx!



Inilah keunikan Pantai Klayar yang sudah terkenal. Jika diperhatikan, bentuknya memang mirip Sphinx yakni patung penjaga piramida yang berwujud badan singa sedang duduk dan berkepala manusia. Hanya saja, tidak ada wajah manusia di batu karangnya.

Meski begitu, batu tersebut sudah diberi julukan sebagai batu Sphinx. Entah siapa yang pertama menamainya, yang pasti pantai ini sudah terkenal sejak tahun 2007-an.



Traveler yang penasaran, bisa mendekat dan memanjat batu Sphinx tersebut. Harap diingat, permukaan batunya cukup licin. Sehingga, Anda harus lebih ekstra hati-hati agar tidak terjatuh.

Kalau tidak mau naik, bukan masalah. Dari bawah batu Sphinx, Anda juga bisa melihat lanskap Pantai Klayar yang cantik. Jadi spot yang bagus untuk berfoto!



Cara ke sana:

Pantai Klayar berada di Kecamatan Donorojo atau sekitar 40 km arah barat dari Kota Pacitan. Untuk menempuh perjalanan ke sana naik mobil, dibutuhkan waktu kurang lebih 60 menit lamanya.

Tiket masuk dan parkirnya pun murah, tidak sampai Rp 10 ribu. Di Pantai Klayar sudah banyak warung makan dan homestay. Tapi tenang, suasana di sana masih cukup tenang apalagi jika datang saat weekday. Mau melihat batu Sphinx di Pantai Klayar dari dekat? 

Bersumber dari : Afif Farhan - detikTravel

Kamis, 13 November 2014

2 Pantai di Indonesia yang Berwarna Pink

Lombok - Indonesia dianugerahi banyak keunikan alam. Buktinya, ada dua pantai di Lombok dan Flores yang memiliki pasir pantai berwarna pink. Cantik, sudah pasti!

Dengan 13 ribu pulau lebih, di Indonesia terdapat pantai-pantai yang memiliki keunikan dari Sabang sampai Merauke. Pantai Tangsi di Lombok dan Pantai Pink di Pulau Komodo, Flores sudah jadi perhatian turis mancanegara untuk wisata pantai karena warna pasirnya yang merah muda.

Disusun detikTravel, Kamis (23/10/2014) mari lebih kenal dengan dua pantai yang berwarna pink di Indonesia ini:

1. Pantai Tangsi, Lombok

Pantai Tangsi yang punya pasir pink di Lombok (Akbar Kautsar/d'Traveler)
Lombok boleh diadu dengan pulau-pulau eksotis lainnya di Indonesia. Lombok memang bersaing dengan Bali, karena letaknya berdekatan. Tapi jangan salah, di sinilah Anda bisa melihat pantai yang punya pasir pantai berwarna pink.

Saat matahari sedang terik-teriknya, pasir Pantai Tangsi terlihat pink sempurna. Ditambah Kontur pantai yang landai dan suasana yang tenang, pantai yang cantik ini seolah milik pribadi. Hanya ada Anda, pasir pantai berwarna pink, lautan biru di depan mata dan suara ombak. Surga!

Namun ingat pepatah, berenang-renang ke hulu, berakit-rakit kemudian. Perjalanan menuju Pantai Tangsi tidaklah mudah. Jarak pantainya dari Kota Mataram sekitar 75 km, kalau naik mobil bisa menghabiskan waktu 2,5 jam lebih lamanya. Rutenya yakni dari Kota Mataram ke Praya, lalu ke arah timur hingga tiba di sebuah pertigaan Desa Sukaraja. Kemudian, berbeloklah ke kanan hingga tiba di pertigaan Desa Pemokong, Jerowaru.

Setalah sampai di sana, tanyakan kepada masyarakat setempat jalan menuju Pantai Tangsi atau Tanjung Ringgit. Pantai Tangsi berada 500 meter sebelum Tanjung Ringgit, tanjung yang berada di bagian timur Lombok. Belum ada plang atau papan penunjuk ke arah pantainya. Medan jalanan pun belum mulus.

Namun setibanya di pantai Tangsi, rasa lelah bakal terbayar impas. Pantai dengan pasir berwarna pink ini pantas mendapat julukan surga yang tersembunyi di Lombok.

2. Pantai Pink, Flores

Pantai Pink di Pulau Komodo, Flores (Shafa/detikTravel)

Satu lagi pantai dengan pasir berwarna pink yang sudah lebih populer dari Pantai Tangsi adalah Pantai Pink di Pulau Komodo, Flores. Pantai ini berlokasi di sebelah barat Pulau Komodo, yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

Begitu menginjakan kaki di Pantai Pink, Anda bakal dibuat takjub dan mematung. Panorama alamnya menakjubkan. Di depan mata, terhampar pemandangan pasir berwarna merah muda yang menghipnosis, airnya yang biru jernih dan bukit di belakangnya yang gagah. Pasirnya pun ternyata sangat lembut.

Diduga, warna pasir yang berwarna pink di pantai ini dan di Pantai Tangsi di Lombok berasal dari pecahan karang dan biota laut di sana. Waktu terbaik melihat warna pinknya adalah saat matahari sedang terik-teriknya.

Yang lebih membuat Pantai Pink terlihat cantik, adalah airnya yang sangat jernih dan banyak ikan serta karang di bibir pantai. Mau berenang? Silakan!

Cukup mudah untuk menuju Pantai Pink di Pulau Komodo. Begitu tiba di kawasan Taman Nasional Komodo, Anda bisa meminta paket kepada masyarakat setempat yang menyewakan perahu untuk diantarkan ke Pantai Pink. Jaraknya sekitar 30 menit dari Loh Liang. Sudah banyak pula, operator tur di kota-kota besar di Indonesia yang menawarkan perjalanan ke Pantai Pink.

Ayo, kunjungi dua pantai dengan pasir berwarna pink di Indonesia ini! 

Bersumber dari : Afif Farhan - detikTravel

Kamis, 02 Oktober 2014

Pantai Jerman, Si Cantik di Bali yang Mungkin Anda Belum Tahu

Kuta - Pantai Kuta, Dreamland atau Jimbaran sudah tersohor kecantikannya di Bali. Satu pantai yang mungkin belum banyak diketahui traveler adalah Pantai Jerman di kawasan Kuta. Pantainya tak kalah cantik, apalagi bisa lihat pesawat hilir mudik dari dekat.

Cara menuju Pantai Jerman tak sulit, hanya berjarak sekitar 10 menit naik motor dari Bandara Ngurah Rai. Keluar dari parkir bandar udara Ngurah Rai, ambil ke arah utara dann ada pertigaan lalu belok ke kanan.

Setelah menemukan perempatan Wanasegara, belok kiri sampai bertemu pertigaan yang ada patung Holiday Inn Resort, ikuti saja jalan tersebut hingga terlihat pantainya. Kemudian, parkirkan kendaraan Anda terlebih dan berjalanlah sampai ke pantainya.

Bicara soal kecantikan Pantai Jerman, berikut 5 ulasannya dari detikTravel, Rabu (17/9/2014):

1. Pasir pantai yang mirip dengan Pantai Kuta



Pantai Jerman boleh dibilang masih satu garis pantai dengan Pantai Kuta. Warna pasir pantainya pun sama, kecokelatan dan terasa halus saat disapu dengan kaki. Eenaknya lepas alas kaki Anda kalau sedang berjalan menyisiri pantainya.

2. Banyak perahu



Salah satu pemandangan elok di Pantai Jerman adalah banyak perahu yang bersandar di bibir pantainya. Tentu bagi traveler yang doyan berfoto, pemandangan seperti ini jadi objek yang bagus untuk diabadikan.

Perahu-perahu tersebut adalah perahu nelayan atau sped boat yang disewakan untuk turis. Meski begitu, perahu-perahunya tidak bakal menganggu kegiatan bersantai Anda di Pantai Jerman.

3. Kontur pantai yang landai



Pantai Jerman berbeda dengan Pantai Suluban atau Pantai padang-padang yang banyak bebatuan karang. Pantai Jerman memiliki kontur landai dan garis pantai yang panjang. Bisa pilih tempat di mana saja untuk berjemur atau bermain pasir.

4. Warung makan yang lengkap



Di pinggiran Pantai Jerman, berjejer aneka warung makan yang menyajikan aneka kuliner makanan dan minuman. Di depan warungnya pun disediakan bangku yang dilengkapi payung besar untuk tempat duduk. Asyiknya, minum es kelapa di sini!

Jadi, tak perlu takut kelaparan saat berkunjung ke Pantai Jerman.

5. Suasananya tenang



Suasana di Pantai Jerman tidak seramai di Pantai Kuta. Di Pantai Jerman, suasananya lebih tenang dan sunyi. Tak heran, Anda bakal lebih banyak melihat turis mancanegara yang datang ke sini.

6. Pemandangan pesawat hilir mudik



Karena berada dekat dengan Bandara Ngurah Rai, Anda bisa melihat pesawat yang hilir mudik di landasan pacu dari Pantai Jerman. Arahkan pandangan Anda ke sebalah kiri dari pantainya, di situlah tempat pesawat lepas landas atau mendarat.

Bersumber dari : Afif Farhan - detikTravel 

Rabu, 10 September 2014

Kedung Pengilon, Obyek Wisata Alam Di Pedalaman Bantul

Permukaan air Kedung Pengilon, Bantul
Di Bantul ada obyek wisata alam yang relatif masih alami. Namanya, Kedung Pengilon, yang berada di Dusun Petung, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan. Kedung Pengilon dapat dikatakan masih cukup asri. obyek ini relatif jarang dikunjungi orang. Mungkin salah satu sebabnya adalah karena aksesnya tidak mudah. Selain itu, peta, rute, atau denah untuk menuju ke tempat tersebut juga belum terlalu umum sehingga belum banyak orang yang mengenalnya, lebih-lebih orang dari luar Bantul.

Lokasi Kedung Pengilon dapat dijangkau melalui Perempatan Kasongan ke arah barat. Ikuti jalan tersebut hingga pertigaan Mejing Kalirandu. Pada pertigaan ini ambil arah ke kiri (selatan) atau arah Desa Wisata Krebet. Ikuti jalan tersebut hingga sampai di perempatan beringin (wilayah Banyuripan). Dari perempatan beringin ambil arah ke kanan (barat). Setelah menemukan pertigaan kedua yang berkonblok (cor beton), ikuti jalan cor beton tersebut hingga sampai di masjid Dusun Petung.

Jembatan bambu dan bagian hilir sungai di Kedung Pengilon
Jika Anda telah sampai di masjid ini berarti Anda sudah sangat dekat dengan lokasi yang dimaksud. Kedung Pengilon terletak di sisi barat-selatan masjid tersebut. Bagi yang mengendarai kendaraan roda 4 Anda hanya bisa sampai di masjid ini. Namun bagi yang mengendarai roda 2 bisa sampai mendekati lokasi dengan menitipkan kendaraan roda 2 di rumah penduduk.

Dari rumah penduduk Anda masih harus berjalan kaki dengan menyusuri jalan setapak dan menerobos tegalan serta hutan jati. Bagi yang suka petualangan hal ini justru menantang dan memberikan pengalaman menjelajah alam yang mengasyikkan. Jalan setapak menuju Kedung Pengilon dengan suasana tegalan dan hutan yang melingkupinya memberikan kesan alamiah yang mendalam.

Kedung Pengilon dilihat dari arah hilir
Disebut Kedung Pengilon karena menurut sumber setempat dulu bila dilihat dari atas permukaan airnya berkilauan saat kena terpaan sinar matahari. Kilau cahaya dari permukaan air Kedung Pengilon ini seperti pantulan sinar di atas permukaan cermin (pengilon).

Kedung Pengilon berbentuk nyaris seperti sumur dengan diameter sekitar 8-10 meter. Kedalaman air sekitar 8 meter. Kini Kedung Pengilon juga dilengkapi dengan jembatan bambu dengan konstruksi yang cukup artistik sehingga orang bisa menyeberang ke sebelah-menyebelah sungai. Selain itu, di kompleks tersebut juga terdapat Sendang Soca Banyuroso dan Sendang Penguripan. Kedua sendang ini berada di kanan dan kiri Kedung Pengilon dengan posisi di atas tebing Kedung Pengilon.

Jalan setapak di tengah hutan menuju Kedung Pengilon
Menurut rencana Kedung Pengilon akan dikembangkan lagi dengan perbaikan jembatan, pembuatan akses jalan, penataan tanaman di seputaran Kedung Pengilon, penebaran bibit ikan, penyediaan fasilitas berupa ban untuk berenang, dan sebagainya.

Bersumber dari : Tembi Rumah Budaya




Kamis, 04 September 2014

Pulau Serangan, Destinasi Baru Wisata di Pulau Dewata

Desa Pakraman, Serangan, Bali
KETIKA tujuan-tujuan utama di Pulau Dewata sarat oleh pengunjung, Anda dapat menuju ke Pulau Serangan yang memiliki suasana desa pesisir. Tadinya, peminat mesti menggunakan transportasi laut dari Tanjung Benoa untuk tiba di lokasi. Kini, seiring proyek reklamasi, telah berdiri sebuah jembatan yang menghubungkan pulau ini dengan daratan utama.

Anda dapat mengajak putra-putri berwisata edukasi, dengan menyimak budidaya rumput laut yang dikembangkan warga sekitar. Dengan perahu, rumput-rumput laut yang mengapung dan diberi penanda khusus semisal bekas botol-botol air mineral dipanen.

Beberapa ibu tampak memilah-milah rumput laut menurut peruntukan. Seperti bahan untuk sayur (salah satu yang terkenal adalah bolung; semacam rujak rumput laut dengan kuah ikan dan dihidangkan bersama ketupat yang dalam bahasa setempat disebut tipat, hidangan ini dapat  diperoleh di Pantai Sanur), untuk bahan produk kecantikan dan bahan agar-agar. Dua disebut terakhir adalah komoditi ekspor.

Salah satu pemetik rumput laut menjelaskan, warna asli rumput laut yang dibudidayakan berwarna kehitaman. Setelah direndam dalam kapur sirih menjadi hijau cerah.  Sementara bila langsung dijemur, akan berwarna putih.

Tidak jauh dari pedesaan ini, terdapat Balai Konservasi Penyu. Di sini, terdapat lokasi penetasan telur penyu, kolam-kolam tukik atau anakan penyu dan kolam bagi penyu dewasa. Setelah berusia 25 tahun mereka akan dikeluarkan dari kolam dan diletakkan di pantai agar dapat bertelur.

Balai ini hadir sebagai langkah pelestarian lingkungan sekitar. Di sinilah ditampung telur-telur penyu sisik dan penyu hijau hasil temuan nelayan saat mereka melaut atau menjumpainya di kawasan pesisir. Saat ini, penyu tertua di kolam berusia 15 tahun.

Usai mengunjungi tempat-tempat itu, Anda dapat berkunjung ke Pura Dalem Sakenan dengan mengenakan kain, lalu bersantap nikmat di bawah langit terbuka, dengan mengunjungi salah satu kedai hidangan laut di sini. Mayoritas menawarkan kuliner ikan bakar serta sup kepiting. Peminat diminta memilih bahan-bahan segar sesuai selera, lantas ditimbang dan dihargai per kilogram lantas dimasak oleh sang penjual.

Setelah matang dihidangkan bersama sambal pedas tumis serta sambal matah. Sup kepiting atau rajungan juga hadir menggugah selera, dengan kuah bening kekuningan yang berasal dari kunyit.

Meski Pulau Serangan potensial menjadi destinasi wisata, seorang pemangku dari Pura Dalem Sakenan mewanti-wanti bahwa kawasan ini perlu dijaga secara arif. Apalagi dengan selesainya proyek jembatan. “Lokasi mesti dirawat teliti dan dikembangkan secara benar, selaras dengan kehidupan warga setempat,” ujarnya. Setuju. (RR Ukirsari Manggalani)

Bersumber dari : travel.kompas

Minggu, 17 Agustus 2014

Embrio Museum UGM Yogyakarta Telah Mewujud

Gedung Museum UGM di Blok D6 dan D7 Bulaksumur
Museum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sudah mulai mewujud. Lokasinya di Blok D6 dan D7 Kompleks Perumahan Dosen dekat Masjid UGM. Cikal bakal Museum UGM ini masih belum dibuka untuk umum. Hanya kalangan tertentu saja yang boleh berkunjung, khususnya mahasiswa yang melakukan studi bangunan arsitektur atau pengunjung khusus. Pasalnya, kata Widodo, pengelola Museum UGM, museum masih dalam tahap penyiapan.

Namun, wujud museum sudah nampak jelas. Di halaman depan di gedung Blok D6, terpampang jelas nama Museum UGM dengan ukuran huruf yang cukup besar. Di dalam rumah ini terdapat 5 ruangan tempat koleksi.

Ruang Pamer 1 berisi sejarah awal mula UGM
Pada ruangan pertama, terpampang sejarah awal berdirinya UGM seiring dengan perkembangan politik di Nusantara. Diawali pada tahun 1943, dengan berdirinya Sekolah Bagian Ilmu Kedokteran Gigi di Surabaya yang dibentuk Jepang, tepatnya 1 April 1943. Sekolah itu merupakan cabang “Ika Daigaku” di Jakarta. Bersamaan dengan itu, di dunia politik, pada 3 Oktober 1943 terjadi pembentukan PETA. Hingga sejarah peresmian Gedung Pusat UGM oleh Presiden Ir Soekarno pada 19 Desember 1959.

Pada ruangan ini juga terdapat beberapa foto awal tempat perkuliahan mahasiswa UGM sebelum dipindahkan ke Bulaksumur. Di antaranya adalah Pendopo Mangkubumen untuk kuliah Fakultas Kedokteran. Kampus Wijilan untuk kuliah Fakultas Sastra, Pedagogik, dan Filsafat. Ada pula Kampus Sitihinggil tahun 1954. Semua tempat kuliah itu berada di lingkungan Keraton Yogyakarta. Ada pula koleksi foto kunjungan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru ke Indonesia menemui Presiden Ir Soekarno.

Ruang koleksi Foto HB IX, salah satu tokoh pendiri UGM
Pada ruangan kedua, lmenonjolkan koleksi milik Prof Dr Sardjito. Boleh dikatakan ruangan ini khusus untuk mengingatkan kepada rektor pertama UGM itu. Di ruangan ini ada koleksi meja, kursi, mesin ketik, dan foto-foto Prof Dr Sardjito. Ada pula sejarah penemuan obat tradisional oleh Sardjito yang kemudian diberi label Calcusol, sebagai obat peluruh batu ginjal. Naman rektor ini juga telah diabadikan untuk nama rumah sakit terbesar di Yogyakarta, yang juga berada di lingkungan Bulaksumur.

Memasuki ruangan ketiga, terdapat berbagai koleksi, baik foto, maupun koleksi pribadi dari beberapa tokoh penting UGM, seperti Hardjoso Prodjo Pangarso, Teuku Jakob, dan Sukamto. Siapakah mereka? Bisa dibaca detail di ruangan ini. Ada pula koleksi Nalareksa (Alat Perekam O2 dan CO2), Panji dan Logo UGM. Ternyata Logo UGM terinspirasi dari relief Surya Majapahit.

Sementara di ruangan ke-4 dan ke-5, dipamerkan koleksi alat penemuan Prof Herman Johanes (Rektor UGM ke-2) berupa tungku hemat energi dan beberapa koleksi pribadinya. Ada pula sejarah tokoh-tokoh penting lainnya yang punya peran penting dalam sejarah UGM, seperti Ki Mangunsarkoro, HB IX, dan Ki Hadjar Dewantara.

Koleksi tempat tidur Obama, dulu ia pernah tinggal di rumah ini
Di Gedung D7 terdapat koleksi foto-foto rektor UGM dari masa ke masa. Di gedung ini, ternyata juga menyimpan beberapa foto Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Ternyata Barack Obama semasa kecilnya pernah tinggal di gedung D7 ini selama berada di Yogyakarta untuk berkunjung ke saudara ayah tirinya, Soetoro. Koleksi yang dipamerkan antara lain tempat tidur dan foto-foto. Bahkan pada 11 Juni 2013, saat soft opening, menurut keterangan Widodo, museum ini dikunjungi oleh para pejabat Hawaii University dan Maya Soetoro, adik tiri Barack Obama.

Sebenarnya masih banyak koleksi barang bersejarah sumbangan dari kalangan UGM, tapi untuk sementara koleksi itu belum bisa disajikan, karena keterbatasan tenaga pengelola museum.

Ikhwal niat UGM untuk mendirikan museum sudah disampaikan oleh rektor UGM saat peringatan Dies Natalis ke-64 pada 19 Desember 2013. Keberadaan museum baru ini menambah jumlah museum yang dimiliki UGM yang telah ada lebih dulu, yakni Museum Biologi, Museum Peta, Museum Gumuk Pasir (Geospasial) Parangtritis, Museum Kayu Wanagama, dan Museum Paleoantropologi.

Tentu saja Museum UGM ini semakin menambah warna museum di DIY yang saat ini telah mencapai 45, 33 di antaranya telah masuk organisasi museum yang diberi nama Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY.

Bersumber dari : Tembi Rumah Budaya




Senin, 12 Desember 2011

Pantai Siung, Pesona Baru Yogyakarta

Pantai Siung adalah salah satu pantai di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Meski termasuk yang paling baru dikenal, pantai ini telah menjadi andalan wilayah tersebut. Belum lama ini, saya mengunjungi pantai itu dan menyadari potensi wisata yang dimilikinya.

Siung terletak di Kecamatan Tepus, sekitar 70 km dari Yogya. Berbeda dengan pantai-pantai yang telah lebih dahulu dikenal seperti Parangtritis, Siung termasuk pendek. Pantai ini terletak di cekungan yang panjangnya hanya sekitar 300-400 m. Namun justru di sinilah letak keistimewaannya.

Pantai pendek ini dikelilingi oleh karang-karang besar berwarna kehitaman, yang sebagian besar ditumbuhi vegetasi dan lumut hijau. Paduan laut biru jernih dan karang kehijauan menambah keindahan panorama tempat ini.


Pantai Siung. Foto: Puput Aryanto

Siung bukanlah pantai yang paling ideal untuk berenang karena menghadap langsung ke Samudera Hindia. Topografi pantai yang berkarang dan berbatu serta ombak yang besar pun menyulitkan Anda untuk berenang. Tak heran pemerintah setempat memasang tanda larangan berenang. Namun, tentu Anda masih bisa bermain-main air di pinggir pantai.

Keistimewaan lain dari pantai ini adalah masih banyaknya pepohonan di pinggir pantai. Anda tinggal menyewa tikar dari penduduk sekitar dan berteduh di bawah pohon-pohon itu.

Selain cocok sebagai tempat melarikan diri dari kesibukan sehari-hari, Siung sangat sesuai bagi Anda yang memiliki hobi fotografi. Pantai yang pendek dan dibatasi karang-karang justru merupakan objek foto yang sangat menarik.

Bila tidak keberatan mengeluarkan keringat, Anda dapat mengikuti jalan setapak di sisi kiri pantai untuk mencapai puncak tebing. Sekitar 10-15 menit dibutuhkan hingga sampai ke puncak. Dari sana, akan terlihat keseluruhan pantai dan karang-karang besar di sisi kiri dan kanan. Juga terlihat Pantai Wediombo yang berada di sisi sebelah timur Siung.

Selain menjadi objek wisata dan foto yang menarik, daerah di sekeliling Pantai Siung juga sering dijadikan tempat latihan panjat tebing. Mahasiswa pencinta alam di Yogya — dan bahkan luar kota — sering berlatih di sini, memanfaatkan tebing-tebing dengan ukuran bervariasi dan jalur yang beragam.

Karena baru dikenal beberapa tahun belakangan ini, Siung belum banyak dikunjungi wisatawan. Air lautnya masih jernih, karang-karangnya pun masih bebas dari tangan-tangan jahil manusia.

Penduduk setempat telah membangun warung, toilet dan mushola di pantai ini. Berbeda dengan tempat wisata kebanyakan, harga-harga di pantai ini masih tergolong normal sehingga pantai ini dapat menjadi opsi jalan-jalan murah bagi Anda.

Bila perut mulai melilit, Anda dapat mendatangi salah satu warung yang berjajar di pinggir pantai. Biasanya mereka menyediakan mi instan, nasi dan lauk, serta es kelapa muda. Anda juga dapat meminta penjaga warung untuk memasakkan ikan yang baru ditangkap nelayan.

Sayangnya, di daerah ini banyak nelayan menangkapi bayi hiu padahal hewan itu adalah salah satu spesies yang dilindungi.

Menuju Siung


Dengan kendaraan pribadi dari Yogya, Anda tinggal menuju ke Jalan Wonosari. Dari Yogya hingga ke Wonosari, ibukota Gunungkidul, dibutuhkan waktu sekitar 1-1,5 jam perjalanan. Hati-hati terhadap jalan yang menanjak dan berliku.

Sampai di Wonosari, Anda tinggal mengikuti jalan ke arah Pantai Baron hingga persimpangan yang menuju ke Pantai Siung. Total waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Siung sekitar 2-2,5 jam tergantung moda transportasi dan kecepatan kendaraan Anda.

Bila Anda memilih kendaraan umum, Anda harus naik bis ke terminal Wonosari. Di sana Anda harus berganti dengan minibus arah Tepus atau Jepitu. Di perhentian terakhir Anda harus menyewa ojek.

Karena jalur transportasi umum masih kurang memadai, cara ini tidak disarankan. Anda yang berasal dari luar kota lebih baik menyewa motor/mobil di Yogya, dan menempuh perjalanan sendiri hingga lokasi yang dituju.

Jangan khawatir, seperti hampir keseluruhan wilayah Yogyakarta, akses jalan hingga ke tempat-tempat terpencil – termasuk Siung dan pantai-pantai di sekitarnya – adalah jalan aspal halus.

Dengan kendaraan pribadi, Anda juga akan lebih mudah untuk mengunjungi pantai-pantai lain di wilayah itu, antara lain Sundak, Krakal, Wediombo dan Sadeng. Mari kita ke Yogya!

Harga tiket (pungutan resmi)
Orang Rp 1000
Mobil Rp 1500
Motor Rp 1000

Parkir
Mobil Rp 5000
Motor Rp 2000

Bersumber dari : www.yahoo.com
Oleh Olenka Priyadarsani

Minggu, 04 Desember 2011

Taman Nasional Gunung Merapi di Yogyakarta

Taman Nasional Gunung Merapi merupakan salah satu taman nasional yang berada di Jawa bagian tengah. Secara administrasi kepemerintahan, wilayah taman nasional ini masuk ke dalam wilayah dua propinsi, yakni Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Penunjukan kawasan TN Gunung Merapi dilakukan dengan SK Menhut 134/Menhut-II/2004 tanggal 4 Mei 2004. Tujuan pengelolaannya adalah perlindungan bagi sumber-sumber air, sungai dan penyangga sistem kehidupan kabupaten/kota-kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, dan Magelang. Sementara ini, sebelum terbentuknya balai pengelola taman nasional, TN G Merapi berada di bawah pengelolaan Balai KSDA (Konservasi Sumber Daya Alam) Yogyakarta.

Posisi geografis kawasan TN Gunung Merapi adalah di antara koordinat 07°22’33″ – 07°52’30″ LS dan 110°15’00″ – 110°37’30″ BT. Sedangkan luas totalnya sekitar 6.410 ha, dengan 5.126,01 ha di wilayah Jawa Tengah dan 1.283,99 ha di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kawasan TN G Merapi tersebut termasuk wilayah kabupaten-kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten di Jawa Tengah, serta Sleman di Yogyakarta.

Hutan-hutan di Gunung Merapi telah ditetapkan sebagai kawasan lindung sejak tahun 1931 untuk perlindungan sumber air, sungai dan penyangga sistem kehidupan kabupaten/kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, dan Magelang.

Sebelum ditunjuk menjadi TNG Merapi, kawasan hutan di wilayah yang termasuk propinsi DI Yogyakarta terdiri dari fungsi-fungsi hutan lindung seluas 1.041,38 ha, cagar alam (CA) Plawangan Turgo 146,16 ha; dan taman wisata alam (TWA) Plawangan Turgo 96,45 ha. Kawasan hutan di wilayah Jateng yang masuk dalam wilayah TN ini merupakan hutan lindung seluas 5.126 ha.

Wilayah TN G Merapi berada pada ketinggian antara 600 – 2.968 m dpl. Topografi kawasan mulai dari landai hingga berbukit dan bergunung-gunung. Di sebelah utara terdapat dataran tinggi yang menyempit di antara dua buah gunung, yakni Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di sekitar Kecamatan Selo, Boyolali.

Di bagian selatan, lereng Merapi terus turun dan melandai hingga ke pantai selatan di tepi Samudera Hindia, melintasi wilayah kota Yogyakarta. Pada sebelum kaki gunung, terdapat dua bukit yaitu Bukit Turgo dan Bukit Plawangan yang merupakan bagian kawasan wisata Kaliurang

Museum Ronggowarsito di semarang

Museum Ronggawarsito berada di jalan AbdurrahmanSaleh, kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Nama Ranggawarsito merupakan nama yang diambil dari nama salah satu pujangga Indonesia, yang terkenal dengan hasil karyanya dalam bidang filsafat dan kebudayaan.

Museum Ranggawarsito menempati luas tanah 1,8 hektare dan Luas Bangunan Museum Ranggawarsito mencapai 8.438 meter persegi, terdiri dari pendapa, gedung pertemuan, gedung pameran tetap, perpustakaan, laboratorium, perkantoran, gedung deposit koleksi.

Museum Ronggawarsito merupakan objek wisata museum provinsi yang terlengkap dan terbesar dengan didukung kekayaan lebih dari 50.000 koleksi, antaralain memiliki koleksi sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, era pembangunan dan wawasan nusantara.

Museum Ronggowarsito dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang sehingga dapat dinikmati oleh pengunjung. Fasilitas tersebut antara lain 4 gedung pameran tetap, masing-masing terdiri dari 2 lantai dan satu ruang koleksi emas.

Museum Ronggowarsito dibuka setiap hari pukul 08.00 sampai 14.00 wib. Untuk menuju ke objek wisata ini sangat mudah dapat dijangkau dengen kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dan berjarak kurang lebih 3 Km dari tugumuda.

Makam dan Museum Sunan Drajat di Lamongan

Makam Sunan Drajat terletak di Desa Drajat, Kecamatan Paciran Lamongan, Jawa Timur. Indonesia.

Makam Sunan Drajat terletak di dataran tinggi. Kompleks makam Sunan Drajat terletak di Desa Drajat, Kecamatan Paciran Lamongan. Di pemakaman seluas 4 Hektar ini dimakamkan juga sejumlah santri dan kerabat Sunan.

Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 masehi. Nama kecilnya adalah Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Dia adalah putra dari Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan Bonang.

Ketika dewasa, Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Paciran Kabupaten Lamongan.

Sunan Drajat yang mempunyai nama kecil Syarifudin atau raden Qosim putra Sunan Ampel dan terkenal dengan kecerdasannya. Setelah menguasai pelajaran islam beliau menyebarkan agama islam di desa Drajad sebagai tanah perdikan di kecamatan Paciran. Tempat ini diberikan oleh kerajaan Demak. Ia diberi gelar Sunan Mayang Madu oleh Raden Patah pada tahun saka 1442/1520 masehi

Makam Sunan Drajat dapat ditempuh dari surabaya maupun Tuban lewat Jalan Daendels (Anyer – Panarukan), namun bila lewat Lamongan dapat ditempuh 30 menit dengan kendaran pribadi.

Di pemakaman ini pula, tertera tulisan dalam bahasa Jawa yang selama ini terkenal sebagai dawuh sunan Drajat. Tulisan ini memiliki makna, berikan tongkat kepada orang buta, berikan makan kepada yang kelaparan, berikan pakaian kepada yang telanjang dan berikan payung kepada yang kehujanan.

Sedangkan Museum Sunan Drajat terletak di sebelah kiri dari Makam Sunan Drajat.

Museum Sunan Drajat ini didirikan pada tanggal 1 Maret 1992 oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan yang bertujuan untuk melestarikan budaya serta benda-­benda bersejarah peninggalannya Sunan Drajat, keluarga dan para sahabatnya yang berjasa pada penyebaran agama Islam.

Koleksi yang terdapat di Museum ini mengambarkan penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Museum Gunung Merapi di Yogyakarta


Museum Gunung Merapi atau disingkat dengan MGM berada di Dusun Banteng, Desan Hargobinangun, Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Indonesia.

Objek wisata yang berbetuk Museum ini berjarak 600 meter arah selatan dari pintu gerbang obyek wisata Kaliurang, berada pada lahan seluas 3,5 Ha dengan luas bangunan mencapai 4,470 meter persegi. Diresmikan penggunaannya untuk masyarakat umum oleh Kepala Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada bulan oktober 2009.

Museum gunung merapi ini merupakan museum yang menyimpan banyak benda-benda gunung api seperti jenis batu, pasir dan lainnya. Juga foto-foto secara kronologis tentang erupsi gunung berapi.
Selain itu ada Fasilitas lain yaitu unit simulasi tsunami, unit simulasi gempa, koleksi foto erupsi sejak tahun 1930 hingga 2010, serta fasilitas studio untuk pemutaran film erupsi kegunungapian di seluruh Indonesia.

Pada lantai satu terdapat informasi lengkap tentang sebaran lempeng kegempaan dan gunung api di Indonesia dengan metode yang menarik.
Harga tiket masuk museum hanya Rp 3 ribu. Sedangkan tiket pemutaran film tentang erupsi Gunung Merapi seharga Rp 5 ribu.

Museum Kota Makassar


Museum Kota Makassar berada di pusat Kota Makassar, provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

Museum kota Makassar ini menempati gedung Balai Kota, yang didirikan pada masa Kolonial Belanda tahun 1916. Dengan Arsitektur bangunan bergaya Eropa abad 17, bangunan museum ini berlantai dua, dengan pintu dan jendela yang berbentuk kubah, dan pada atapnya terdapat ventilasi udara.

Balai Kota ini dibangun pada masa pemerintahan Belanda yang pada mulanya berfungsi pada Pemerintahan Belanda adalah sebagai perkantoran tetapi pada masa kemerdekaan Indonesia dipakai sebagai kantor Walikotamadya Ujung Pandang dan Pada tahun 1999 mulai difungsikan sebagai Museum Kota Makassar.

Museum kota Makassar ini diresmikan pada tgl 7 Juni 2000 sebagai maksudkan untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai identitas kota Makassar, sejarah dan budaya penduduknya yang pluralistis.

Koleksi-koleksi museum kota Makassar ini terdiri atas:

Koleksi foto-foto seperti foto tentang pelayaran orang Makassar ke Australia mencari teripang tahun 1881 sampai 1907, Foto bangunan agamais seperti Mesjid Melayu, Gereja Balaikota, Mesjid Katangka. Adapula koleksi foto dari mendiang Walikota Makassar Patompo. Adapula foto tentang bangunan bersejarah kota Makassar, baik yang masih ada pada saat ini, maupun yang telah tidak ada seperti bank pertama yang ada di Makassar, Manado, Pontianak, dan Banjarmasin. Koleksi foto yang terbaru adalah foto Pelabuhan Paotere, Trans Studio, Balaikota Makassar, Anjungan Pantai Losari, Museum Kota Makassar.

Koleksi Mata uang dari zaman VOC, sepeti mata uang Belanda, mata uang kerajaan Gowa serta mata uang bergambar Ratu Wilhelmina lengkap dengan patungnya.

Koleksi dokumen tentang Makassar seperti peta udara Makassar, Perjanjian Bungngaya, dan peta Benteng Somba Opu.

Koleksi benda-benda arkeologi dengan berbagai motif batu yang ditemukan di Benteng Somba Opu Makassar yaitu motif lingkaran, tumpal, garis, geometris, pilin berganda dan garis mender lengkung.

Koleksi lainnya sepeti keramik China dari masa Dinasti Ming abad ke 14-17 dan keramik Jepang.

Jumat, 02 Desember 2011

Air Terjun Merasap – Kalimantan Barat – Indonesia



Air Terjun Merasap berada di Kecamatan Sanggau Ledo, kurang lebih 130 kilometer sebelah timur kota Singkawang, kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Objek wisata yang menjadi ungulan di kabupaten Bengkayang dan merupakan objek wisata yang masih perawan ini merupakan Air terjun dengan ketinggian 27 meter yang dikelilingi oleh hutan-hutan tropis yang lebat dengan bermacam jenis spesies hewan liar di dalamnya.

Salah satu daya tarik dari objek wisata ini adanya Goa Maria Riam Merasap Sanggau Ledo dengan patung Bunda Maria yang senantiasa ramai dikunjungi oleh umat Katolik dari seluruh Indonesia.

Air terjun merasap dapat dikunjungi dengan mengunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Rabu, 30 November 2011

Daftar Hotel di Pontianak

Daftar Hotel di Pontianak – Indonesia
  1. Hotel 2000 – Jl. Gadjah Mada – Telp 735062
  2. Hotel Arwana – Jl. Letjen Suprapto – Telp 733618
  3. Hotel Benua Mas – Jl. 28 Oktober – Telp 8843210
  4. Hotel Berlian – Jl. Tanjungpura – Telp 732092
  5. Wisma Cendrawasih – Jl. Cendrawasih – Telp 32815
  6. Hotel Flamboyan – Jl. Tanjungpura Gg. Hidaya – Telp 734945
  7. Hotel Gadjah Mada ( bintang 3 ) – Jl. Gajah Mada No. 177 – Telp 761397
  8. Hotel Garuda ( bintang 1 ) – Jl. Tangjungpura No. 40 – Telp 736890
  9. Hotel Grand Mahkota – Jl. Sidas – Telp 736022
  10. Hotel Kapuas ( bintang 3 ) – Jl. Adisucipto No. 187 – Telp 733004
  11. Hotel Kapuas Dharma – Jl. Imam bonjol – Telp 766669
  12. Hotel Kartika ( bintang 1 ) – Jl. Rahadi Oesman – Telp 734401
  13. Wisma Kartika Puri – Jl. A. Yani – Telp 734070
  14. Hotel Khatulistiwa – Jl. Diponegoro No. 58 – Telp 736793
  15. Hotel Kini – Jl Nusa Indah III – Telp 732223
  16. Wisma Korpri – Jl. Veteran – Telp 765677
  17. Hotel melati – Jl. Merdeka – Telp 739440
  18. Wisma Merdeka – Jl. Merdeka – Telp 732498
  19. Hotel Merpati ( bintang 1 ) – Jl. Imam Bonjol No. 111 – Telp 745481
  20. Hotel Mini – Jl. KH. Wahid Hasyim – Telp 730520
  21. Hotel Muslim – Jl. Tanjungpura – Telp 733461
  22. Wisma Nusantara – Jl. Soeprapto – Telp 766188
  23. Hotel Orchad – Jl. Gajah Mada No. 89 – Telp 768999
  24. Hotel Orient – Jl. Tanjungpura – Telp 731535
  25. Wisma Patria – Jl. Hos Tjokroaminoto – Telp 736063
  26. Hotel Peony ( bintang 2 ) – Jl. Gajah Mada – Telp 732878
  27. Hotel Pondok Jaya – Jl. 28 Oktober – Telp 884234
  28. Hotel Pontianak Raya city – Jl. Pak Kasih No. 44 – Telp 732495
  29. Hotel Rahayu – Jl. Merdeka No. 551 – Telp 736143
  30. Hotel Santika ( bintang 3 ) – Jl. Diponegoro No.46 – Telp 733777
  31. Hotel Sentral – Jl. Hos Coktoaminoto – Telp 737444
  32. Hotel Surya – Jl. Pahlawan – Telp 734337
  33. Hotel Wijaya Kusuma – Jl. Kapten Marsan – Telp 732547

Senin, 28 November 2011

Kalau ke Jambi, Jangan Lupa Beli Keramik

FABIAN JANUARIUS KUWADO Keramik yang berada di Sentra Keramik Pasar Jambi, Jalan Sisingamangaraja kerap menjadi cendera mata pilihan wisatawan yang datang di Jambi.

KOMPAS.com
- Jika Anda tengah berada di suatu daerah, jangan lupa membeli oleh-oleh untuk kerabat atau orang terdekat sebagai simbol kasih. Di Jambi, ada banyak pilihan buah tangan yang bisa anda bawa. Salah satunya adalah keramik yang terletak di Jl. Sisingamangaraja, belakang Bioskop Mega, Pasar Jambi. Tempat tersebut merupakan sentra penjualan segala jenis keramik impor berbentuk toples, gelas, piring, guci dan sebagainya.

Meskipun disebut pasar, jangan khawatir untuk masalah kualitas, tempat yang lebih terkenal dengan nama Gang Mega tersebut diakui banyak pengunjung memiliki selera pasar luar negeri, hal tersebut dibuktikan dengan keunggulan motif dan tampilan yang berbeda dibandingkan keramik lainnya, bahkan seperti di Jakarta sekalipun.

Solihin, seorang penjual mengatakan pembeli yang datang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara. Yang unik, sembilan toko yang ada di lorong pasar Jambi tersebut merupakan usaha keluarga yang diurus oleh tiga orang. Bahkan menurut Solihin, pasar tersebut sudah ada sejak tahun 1980an. Karena dirasa sukses, usaha penjualan keramik impor tersebut diteruskan ke generasi generasi selanjutnya. Oleh sebab itu, pasar keramik tersebut menjadi salah satu ikon destinasi pusat cenderamata Jambi.

Sentra keramik Jambi ini selalu ramai didatangi oleh pengunjung, apalagi pada saat hari raya agama dan tahun baru. Di hari biasa, satu toko bisa beromset Rp 50 juta per bulan dan melonjak dua kali lipat pada perayaan agama dan tahun baru. Jambi merupakan kota yang sektor pariwisatanya tengah berkembang, dengan terus memperhatikan unsur-unsur didalamnya, salah satunya pasar keramik ini, diharapkan menjadi penunjang bagi perkembangan potensi pariwisata Kota Jambi. Dengan demikian, Jambi dapat tampil menjadi salah satu destinasi wisata pilihan di Indonesia.

Sabtu, 26 November 2011

Daftar Hotel Bintang di Yogyakarta – Indonesia

TautanDaftar Hotel Bintang di Yogyakarta – Indonesia
  • Brongto Hotel – Jl. Suryodiningratan 26, Yogyakarta – Telp. 0274-382602
  • Cangkringan Spa & Villas Hotel – Jl. Raya Merapi Golf, Desa Umbulharjo
  • Cangkringan, Yogyakarta – Telp 0274-581809
  • Century Yogya Int’l Hotel – Jl. Laksda, Adisucipto 36, Yogyakarta – Telp 0274-564727
  • Dusun Jogja Village Inn – Jl. Menukan 5, Yogyakarta – Telp 0274-373031
  • Grand Mercure Hotel – Jl. Jend. Sudirman 9 – 11, Yogyakarta – Telp.0274-566617
  • Hyatt Regency Hotel – Jl. Palangan Tentara Pelajar Sleman Yogyakarta – Telp 0274-869123
  • Ibis Malloboro – Jl. Malioboro No. 52-58, Yogyakarta – Telp 0274-516974
  • Inna Garuda Hotel – Jl. Malioboro 60, Yogyakarta – Telp 0274-566353
  • Jayakarta Hotel – Jl. Laksda Adisucipto km 8, Yogyakarta – Telp 0274-488418
  • Jogjakarta Plaza Hotel – Jl. H. Affandi – Gejayan, Complex Colombo, Yogyakarta – Telp 0274-584222
  • Matahari Hotel – Jl.Parangtritis 123, Yogyakarta – Telp 0274-372020
  • Melia Purosani – Jl. Suryotomo 31, Yogyakarta – Telp 0274-589521
  • Mutiara Hotel – Jl. Malioboro 18, Yogyakarta – Telp 0274-563814
  • Novotel Yogyakarta – Jl. Jend Sudirman No.89, Yogyakarta – Telp.0274-580931
  • Quality Hotel Yogyakarta – Jl. Laksda Adisucipto 48, yogyakarta – Telp 0274-485005
  • Sahid Garden Hotel – Jl. Babarsari Yogyakarta, Yogyakarta – Telp 0274-587078
  • Santika Jogja Hotel – Jl. Jend. Sudirman 19, Yogyakarta – Telp 0274-563036
  • Saphir Yogyakarta Hotel – Jl. Laksda Adisucipto 38, Yogyakarta – Telp 0274-566222
  • Sejahtera Family Hotel & Apartement Yogyakarta – Jl. Pringgodani 22,
  • Demangan Baru, Yogyakarta – Telp 0274-511355
  • Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa – Jl. Laksda Adisucipto km 8,7, Yogyakarta – Telp 0274-511588
Bersumber dari : www.travel2leisure.com

Kamis, 24 November 2011

Museum Badau di Belitung

Museum Badau berada di Desa Badau, kota Tanjung Pandan yang berjarak kurang lebih 20 km, Letaknya Strategis di simpang empat kota Kecamatan Badau. Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia.

Museum Badau merupakan museum milik Pemerintah Daerah yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung. Museum Badau merupakan tempat penyimpanan benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan badau.

Daftar Hotel Melati di Yogyakarta

  1. Agung Garden Hotel – Jl. Pantai Parangtritis Bantul Yogyakarta – Telp 0274-367690
  2. Agung Guest House – Jl. Prawirotaman 2, Yogyakarta – Telp 0274-515512
  3. Agung Mas Hotel – Jl. HOS Cokroaminoto 108, Yogyakarta – Telp 0274-619783
  4. Agung Rahayu Hotel – Jl. Timoho 2, Yogyakarta – Telp 0274-515564
  5. Agung Star Hotel – Jl. Parangtritis 42, Yogyakarta – Telp 0274-371811
  6. Airlangga Hotel – Jl. Parangtritis 4, Yogyakarta – Telp 0274-378044
  7. Akur Hotel – Jl. Mataram 8, Yogyakarta – Telp 0274-520526
  8. Ananda Hotel – Jl. NgadinegaranMJ VII No.72, Yogyakarta – Telp 0274-588323
  9. Andika Hotel – Jl. Kapten P. Tendean, Yogyakarta – Telp 0274-513430
  10. Anugerah Wisma Wisata – Jl. Kaliurang Km 5, Yogyakarta – Telp 0274-561840
  11. Arjuna Plaza Hotel – Jl. P. Mangkubumi 4, Yogyakarta – Telp 0274-586862
  12. Asia Afrika – Jl. Pasang Kembang 25, Yogyakarta – Telp 0274-514489
  13. Ayodya Hotel – Jl. Sisingamangaraja 74, Yogyakarta – Telp 0274-372475
  14. Bagus Hotel – Jl. Sostrowijayan Yogyakarta Gt I No. 137, Yogyakarta – Telp 0274-587648
  15. Bahagia Hotel – Jl. Pajeksan 20, Yogyakarta – Telp 0274-515760
  16. Bakti Kasih Pundi Mas – Jl. Sosrowijayan 33, Yogyakarta – Telp 0274-514890
  17. Batik Palace I Hotel – Jl. Pasar Kembang 29, Yogyakarta – Telp 0274-515219
  18. Batik Palace II Hotel – Jl. P.Mangkubumi No. 46, Yogyakarta – Telp 0274-562229
  19. Berlian Palace Hotel – Jl. Pasar Kembang 61, Yogyakarta – Telp 0274-513181
  20. Bhakti Hotel – Jl. Hayam Wuruk 13, Yogyakarta – Telp 0274-514232
  21. Bhinneka Hotel – Jl. P. Mangkubumi 182, Yogyakarta – Telp 0274-513353
  22. BIK – Jl. Naga Kaliurang Yogyakarta – Telp 0274-895199
  23. Bintang Matahari – Jl. Mangkuyudan 32, Yogyakarta – Telp 0274-376314
  24. Blue Safir Hotel – Jl, Dagen 34-36, Yogyakarta – Telp 0274-562589
  25. Borobudur Guest House – Jl. Prawirotaman 5, Yogyakarta – Telp 0274-563977
  26. Brawijaya Hotel – Jl. Gambiran 1, Yogyakarta – Telp 0274-371966
  27. Buana Graha Hotel – Jl. Magelang Km 7 no. 204 Sleman, Yogyakarta – Telp 0274-868285
  28. Cakra Kembang Hotel – Jl. Kaliurang Km 5,5 No. 44, Yogyakarta – Telp 0274-563088
  29. Callendra – jl. Taman Siswa 81, Yogyakarta – Telp 0274-513715
  30. Cempaka Hotel – Jl. Taman Siswa 75, Yogyakarta – Telp 0274-375579
  31. Ceria Hotel – Jl. Ibu Ruswo 59, Yogyakarta – Telp 0274-563130
  32. Comfort Suite Yogyakarta – Jl. Pringgodani no.22 Demangan Baru, Yogyakarta – Telp 0274-519339
  33. Dewa Ruci Hotel – Jl. Veteran 169, Yogyakarta – Telp 0274-587376
  34. Dieng Permai Hotel – Jl. Bumiijo 20, Yogyakarta – Telp 0264-566906
  35. Duta kencana Guest House – Jl. Ireda 76, Yogyakarta – Telp 0274-372372
  36. Grage Jogja – Jl. Sosrowijayan No. 242, Yogyakarta – Telp 0274-560125
  37. Griya Sentana Hotel – Jl. Gowongan Lor 65 A, Yogyakarta – Telp 0274-516559
  38. Harmony Inn Hotel – Jl. Parangtritis Gg Sartono MJ III No. 812, Yogyakarta – Telp 0274-387135
  39. Ishiro kencana Hotel – Jl. Kaliurang Km 4,3, Yogyakarta – Telp 0274-520230
  40. Istana Batik Hotel – Jl. Pasar Kembang 29, Yogyakarta – Telp 0274-587012
  41. Kota Hotel – Jl. Jiagran Lor No. 1, Yogyakarta – Telp 0274-515844
  42. Kunthi Hotel – Jl. Dagen 81, Yogyakarta – Telp 0274-580612
  43. LPP Convention Hotel – Jl. Demangan Baru No.8, Yogyakarta – Telp 0274-588380
  44. Mawar Sharon Hotel – Jl. Jend Urip Sumoharjo GK III No. 1055, Yogyakarta – Telp 0274-584083
  45. Metro Guest House – Jl. Prawirotaman 2 No. 71, Yogyakarta – Telp 0274-372364
  46. Monica Hotel – Jl. Sosrowijayan Wetan GT I No. 192, Yogyakarta – Telp 0274-580598
  47. Mulia Kencana Hotel – Jl. Pasar Kembang 15, Yogyakarta – Telp 0274-547847
  48. Mustokoweni Baru Hotel – Jl. AM Sangaji 72, Yogyakarta – Telp 0274-515268
  49. Nusa Dua Indah Hotel – Jl. Sosrowijayan Kulon JT I No. 210, Yogyakarta – Telp 0274-541036
  50. Oryza Hotel – Jl. Sosrowijayan No. 49 – 51, Yogyakarta – Telp 0274-512495
  51. Peti Mas Hotel – Jl. Dagen 27, Yogyakarta – Telp 0274-561938
  52. Pondok Seturan – Jl. Seturan Yogyakarta – Telp 0274-485629
  53. Prambanan village – Jl. Klurak Taman Martani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta – Telp 0274-496435
  54. Puri Artha Hotel – Jl. Cendrawasih 36, Yogyakarta – Telp 0274-563288
  55. Puri Ratu Kidul – Jl. Jelok Girijati, Panggang, Gunung kidul, Yogyakarta – Telp 0274-367196
  56. Rajadani Hotel – Jl. Jagalan 6, Yogyakarta – Telp 0274-560315
  57. Rama Hotel – Jl. Sosrowijayan 16, Yogyakarta – Telp 0274-512885
  58. Rose Guest House – Jl. Prawirotaman 28, Yogyakarta – Telp 0274-377991
  59. Ruba Graha Hotel – Jl. Mangkuyudan No. 1, Yogyakarta – Telp 0274-373531
  60. Rumah Mertua – Jl. Palagan Tentara Pelajar, Tegalwaras Sariharjo Ngaglik Sleman, Yogyakarta – Telp 0274-866680
  61. Rumah Sleman Western Style – Jl. Purboyo No. 111, Raffles Suite, Yogyakarta – Telp 0274-866633
  62. Sekar Ayu Hotel – Jl. Abubakar Ali 8, Yogyakarta – Telp 0274-566688
  63. Sewu Mas Hotel – Jl. Ring Road Utara 198, Yogyakarta – Telp 0274-519008
  64. Shinta Losmen – Jl. Pasar Kembang 39, yogyakarta – Telp 0274-512176
  65. Sriwedari Hotel & Cottage Yogyakarta – Jl. Laksda Adisucipto Km 6, Yogyakarta – Telp 0274-588288
  66. Taman Eden Villa – Jl. Astomulyo 7 Pakem, Yogyakarta – Telp 0274-895442
  67. Tulip Hotel & Restoran – Jl. Tirtodipuran 42, Yogyakarta – Telp 0274-450137
  68. Verina Guest House – Jl. Kusumanegara 105, Yogyakarta – Telp 0274-518188
  69. Vidi I – Jl. Kaliurang Km 5, Yogyakarta – Telp 0274-560600
  70. Vidi II – Jl. Kaliurang km 5,2, Yogyakarta – Telp 0274-563786
  71. Vidi III – Jl. Km 5,2 BI CT II no. 5, Yogyakarta – Telp 0274-586650
  72. Wisma Ananda – Jl. Ngadinegaran MJ III No. 72, Yogyakarta – Telp 0274-378323
  73. Wisma Ary’s – Jl. Suryodiningratan No. 29, Yogyakarta – Telp 0274-387215
  74. Wisma Gadjah Mada – Jl. Kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta – Telp 0274-563461
  75. Wisma Martha – Jl. Rejowinangun No. 15a Kotagede, Yogyakarta – Telp 0274-7496373
  76. Wisma MM UGM – Jl. Kolombo No.1, Yogyakarta – Telp 0274-557981
  77. Wisma Nendra – Jl. Dr Sutomo No.20, Yogyakarta – Telp 0274-512839